Sudah 80 Persen Desa di Bengkulu Daftar Lomba Tanam Jagung, Pendaftaran Masih Terbuka

Rabu 10-09-2025,16:09 WIB
Reporter : Diska Ara
Editor : Ria Sofyan

BENGKULU, BETVNEWS – Antusiasme desa di Bengkulu mengikuti lomba tanam jagung semakin tinggi. Hingga Selasa (9/9/2025), sudah ada sekitar 1.250 desa atau hampir 80 persen dari total 1.514 desa yang resmi mendaftar.

"Dari data kemarin itu kurang lebih 1.250 desa, hampir 80 persen dari total 1.514 desa. Masih ada waktu tiga sampai empat hari ke depan, diperkirakan bisa tercapai 100 persen," ujar Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi.

Proses pendaftaran sendiri masih dibuka hingga 15 September. Setelah itu, desa peserta akan mendapatkan distribusi benih dan pupuk.

"Akhir September mereka melakukan penanaman. Umur penanaman 90 sampai 100 hari, diperkirakan minggu kedua Desember kita sudah panen. Setelah itu penilaian di tingkat kabupaten lalu provinsi. Akhir tahun pengumuman pemenang dan pembagian hadiah," jelasnya.

BACA JUGA:Harga Cabai Merah di Kota Bengkulu Naik 2 Kali Lipat, Kini Dijual Rp70 Ribu per Kilogram

BACA JUGA:Pacu Inklusi Keuangan Digital, Bank Raya Hadirkan 'Pesta Raya', Banyak Reward Menarik untuk Nasabah

Dalam perlombaan ini, ada sejumlah aspek yang menjadi dasar penilaian.

"Yang pertama kondisi lahan, yang kedua pemeliharaan tanaman, kemudian produksi per satuan luas, kolaborasi masyarakat desa, penanganan pasca panen, dan keberlanjutan program ke depan," kata Rosmala.

Enam desa akan dipilih sebagai pemenang di tingkat provinsi.

"Juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2, 3. Kalau di kabupaten tetap tiga biasanya," ucapnya.

Hadiah yang diperebutkan pun tidak main-main.

"Hadiah juara 1 tingkat provinsi Rp1 miliar dari Bapak Gubernur Helmi Hasan. Itu bukan untuk perorangan, tapi untuk desa agar digunakan kembali dalam pengembangan ketahanan pangan," terangnya.

BACA JUGA:Antrean Kendaraan Kembali Mengular di SPBU Kota Bengkulu

BACA JUGA:Keroyok Security dan Sering Palak Pengunjung Mall, 3 Pemuda di Kota Bengkulu Diringkus Polisi

Ia menambahkan, meski tidak juara, petani tetap mendapat keuntungan dari hasil panen.

"Petani menanam sendiri, panen, menjual jagungnya juga untuk mereka. Jadi andaikan tidak dapat pemenang pun mereka sudah dapat nilai dari penjualan," ujarnya.

Kategori :