BENGKULU, BETVNEWS - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui berbagai program bantuan gratis. Mulai dari BPJS gratis, ambulans gratis, mobil pengantin gratis, bulan madu gratis, seragam sekolah gratis, sembako gratis, sunatan gratis, hingga bedah rumah gratis, semuanya kini dapat diakses langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
BACA JUGA:Wakapolda Bengkulu Sambangi Bengkulu Selatan, Perkuat Kamtibmas dan Pendidikan Karakter Pelajar
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Dukung Pengembangan Olahraga Dayung, Jaring Bibit Atlet Potensial
Gubernur Helmi Hasan menyampaikan bahwa masyarakat cukup menghubungi nomor WhatsApp pribadi Gubernur yaitu 0811737646 atau melalui nomor alternatif ADC 082128210126 dan nomor URC 082269107547 untuk mendapatkan informasi dan layanan tersebut.
"Silakan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau fasilitas gratis dari pemerintah Provinsi, bisa langsung menghubungi nomor saya pribadi atau ke ADC dan tim URC, pemerintah hadir untuk membantu rakyat," ujar Gubernur Helmi.
BACA JUGA:Belum Bisa Bayar Hutang 2024, Pemkab Seluma Masih Menunggu Anggaran DBH dari Pusat
BACA JUGA:Progam Magang Nasional Batch II, 39 Perusahaan di Bengkulu Sudah Disetujui Kemnaker
Selain memberikan kemudahan akses, Helmi Hasan juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan agar manfaatnya tepat sasaran.
Namun, ia juga menegaskan bahwa setiap bantuan akan disalurkan berdasarkan hasil verifikasi dan kelayakan penerima. Hal ini untuk memastikan bahwa program-program gratis tersebut benar-benar diberikan kepada masyarakat yang berhak.
BACA JUGA:KPK Apresiasi Progres Renovasi Pasar Barukoto Bengkulu, Minta Pengerjaan Selesai Tepat Waktu
BACA JUGA:Ketua KPU Bengkulu Selatan Tersangka, Susul Sekretaris dan Bendahara
Dengan terbukanya akses langsung kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap layanan publik semakin mudah dijangkau dan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.