Megatsunami 200 Meter Guncang Greenland, Bumi Bergetar Selama 9 Hari

Sabtu 31-01-2026,16:32 WIB
Reporter : Rizki Indah
Editor : Ria Sofyan

Analisis satelit dan simulasi komputer menunjukkan bahwa penyebab utama megatsunami ini adalah longsoran berskala besar yang dipicu oleh pemanasan global. Beberapa faktor yang mempercepat peristiwa tersebut antara lain:

Mencairnya gletser secara ekstrem

Suhu Arktik yang terus meningkat membuat lapisan es di kaki gunung menipis, sehingga kehilangan fungsi sebagai penahan alami.

Longsor masif dari puncak gunung

Gunung setinggi lebih dari satu kilometer runtuh, menjatuhkan sekitar 25 juta meter kubik batu dan es ke dalam fjord.

BACA JUGA:Mobil Wisata Terbalik di Danau Baikal, Turis Asal China Meninggal Dunia

BACA JUGA:Tindak Sindikat Penipuan Digital, China Eksekusi 11 Terpidana Kasus Online Scam

Hantaman air berskala raksasa

Material tersebut memicu percikan air yang menjulang hingga 200 meter, membentuk tsunami besar di perairan sempit.

Seiche, Penyebab Getaran Tak Kunjung Reda

Ilmuwan menjelaskan bahwa getaran panjang ini disebabkan oleh fenomena fisika yang disebut seiche. Bentuk Dickson Fjord yang sempit dan berkelok membuat energi gelombang tidak bisa langsung keluar ke laut lepas.

Akibatnya, massa air raksasa terjebak dan bergerak bolak-balik di dalam fjord. Setiap sekitar 90 detik, air menghantam tebing batu dengan kekuatan besar, menghasilkan energi yang menjalar melalui lapisan bumi. Proses inilah yang membuat Bumi terus bergetar selama sembilan hari.

BACA JUGA:KPK Keluarkan Regulasi Baru, Ini Jenis Gratifikasi yang Tidak Perlu Dilaporkan

BACA JUGA:Sering Mengantuk Tak Wajar? Hati-hati, Itu Gejala Terinfeksi Virus Nipah

Sinyal Bahaya Krisis Iklim

Meski lokasi kejadian tidak berpenghuni dan tidak menimbulkan korban jiwa, para ahli menilai peristiwa ini sebagai peringatan serius bagi dunia.

Kategori :