Program Sadesahe Penanaman Jagung Bengkulu Berlanjut di 2026, Targetkan 95 Ribu Ton

Selasa 03-02-2026,13:31 WIB
Reporter : Kristiani Putri
Editor : Ria Sofyan

BENGKULU, BETVNEWS – Program inisiasi Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, yakni Satu Desa Satu Hektare (Sadesahe) penanaman jagung di Provinsi Bengkulu, dipastikan kembali dilanjutkan pada tahun 2026.

Kepastian ini menyusul keberhasilan pelaksanaan program serupa pada tahun 2025 lalu yang dinilai mampu mendorong peningkatan partisipasi desa dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 1.350 desa di Provinsi Bengkulu terlibat aktif dalam penanaman jagung sesuai ketentuan Pemerintah Provinsi.

Capaian ini menjadi dasar kuat untuk melanjutkan program dengan cakupan yang diharapkan lebih luas pada tahun ini.

BACA JUGA:Target Capai Rp416 Miliar, DPRD Kota Bengkulu Bentuk Pansus PAD 2026

BACA JUGA:Jemput Bola, Ombudsman RI Buka Gerai Pengaduan 'On The Spot' di Disdukcapil Bengkulu Tengah

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan analisis mendalam terkait kebutuhan anggaran untuk mendukung kelancaran program di tahun 2026.

"Saat ini kami masih melakukan analisis kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan Sadesahe tahun 2026, mulai dari sarana produksi, pendampingan teknis, sampai dengan skema penghargaan bagi desa yang nantinya dinilai berhasil," kata Sri, Selasa (3/2/2026).

Selain anggaran, DTPHP juga mempersiapkan aspek teknis seperti penyusunan dokumen administrasi, mekanisme penilaian hasil tanam, hingga pembentukan dewan juri untuk mengevaluasi capaian produksi di setiap desa.

BACA JUGA:Rawan Pencurian! 252 Pelanggan PDAM Kota Bengkulu Laporkan Kehilangan Meteran Air

BACA JUGA:Jelang Ramadan, Kemenag Bengkulu Gandeng RBMG Perluas Program Keagamaan Lewat Media

Sri menghimbau bagi desa-desa yang belum sempat terlibat pada tahun sebelumnya agar segera mengambil bagian dalam program Sadesahe tahun ini.

Partisipasi merata dari seluruh desa dianggap sebagai kunci utama dalam mendongkrak produksi jagung daerah.

"Kita dorong bagi desa yang belum ikut di tahun 2025 untuk ikut di tahun 2026 ini karena menjadi kunci untuk meningkatkan produksi jagung secara merata," jelas Sri.

Meskipun saat ini hasil produksi total belum dapat dipetakan secara pasti karena masih adanya desa yang menunggu masa panen, Sri optimis bahwa program ini akan membawa dampak signifikan pada ketersediaan jagung nasional.

Kategori :