BENGKULU, BETVNEWS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu melalui Panitia Khusus (Pansus) PAD mulai bergerak cepat untuk mengoptimalkan sektor pendapatan daerah tahun 2026.
Dalam waktu dekat, Pansus dijadwalkan akan memanggil jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menjadi motor penggerak pundi-pundi kas daerah.
Wakil Ketua Pansus PAD DPRD Kota Bengkulu, Marliadi, menjelaskan bahwa langkah pemanggilan ini bertujuan untuk melakukan bedah potensi serta mematangkan strategi percepatan PAD.
“Dalam waktu dekat, Pansus PAD akan memanggil sejumlah OPD yang memiliki andil langsung terhadap penyumbang PAD,” kata Marliadi, Senin (9/2).
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Tata Jalan Kedondong Jadi Lokasi Pasar Subuh, Lapak Dipastikan Gratis
BACA JUGA:Viral Honor Rp15 Ribu, Bengkulu Pastikan Gaji 2.499 Guru PPPK Minimal Rp1 Juta per Bulan
Sejumlah instansi yang masuk dalam daftar pemanggilan meliputi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dinas-dinas pengelola retribusi, sektor perbankan, hingga perusahaan daerah seperti PDAM Tirta Hidayah. Pansus ingin memastikan setiap lini memiliki skema kerja yang jelas dan bebas kendala teknis.
“Semua pihak yang selama ini menjadi penyumbang PAD akan kita undang, termasuk BUMD. Tujuannya agar kita bisa mengetahui secara detail kendala, potensi, serta langkah konkret yang bisa dilakukan ke depan,” jelasnya.
Marliadi menegaskan bahwa koordinasi intensif ini sangat krusial mengingat beban target PAD Kota Bengkulu pada tahun anggaran 2026 cukup signifikan.
Angka yang dipatok mengharuskan adanya kerja ekstra dan inovasi dari seluruh pengelola sektor pendapatan.
BACA JUGA:Bengkulu Bidik Investasi 2026: Fokus pada Hilirisasi Industri dan Pariwisata Berkelanjutan
BACA JUGA:Sambut HUT ke-80, Korem 041/Gamas Perkuat Stok Darah Bengkulu Lewat Aksi Kemanusiaan
“Target PAD tahun 2026 ini cukup besar, mencapai Rp416 miliar. Karena itu, diperlukan kerja sama dan keseriusan semua pihak agar target tersebut bisa direalisasikan,” tegas Marliadi.
DPRD berharap melalui serangkaian pertemuan tersebut, akan lahir rekomendasi strategis yang tidak hanya mampu mengejar angka target, tetapi juga menciptakan sistem peningkatan pendapatan daerah yang berkelanjutan demi menyokong pembangunan di Kota Bengkulu.