BENGKULU, BETVNEWS - Penjualan kondom di Indonesia menunjukkan lonjakan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
BACA JUGA:Seleksi Kepala Biro Hukum Bengkulu Tertunda, Masih Menunggu Pertek BKN
Data dari DKT Indonesia, salah satu penyedia alat kontrasepsi terbesar di Tanah Air, mencatat pertumbuhan penjualan mencapai dua digit secara konsisten.
Kenaikan ini terjadi seiring perubahan pola pikir pasangan muda yang kini cenderung menunda memiliki anak, bahkan sebagian memilih tidak punya keturunan dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Valentine Bikin Baper! 5 Shio Ini Jadi Romantis di Hari Kasih Sayang
BACA JUGA:Jadi Panggung Keberuntungan, Ini 5 Shio Paling Bersinar di Tahun Kuda Api 2026
Group Brand Manager DKT Indonesia, Michael Suwito, mengatakan tren tersebut terus berlanjut meski jangkauan penggunaan kondom di masyarakat masih tergolong terbatas.
“Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan penjualan kami masih berada di level dua digit,” kata Michael dalam diskusi kampanye Mau Kalau Pakai Kondom di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
BACA JUGA:Tahun Kuda Api 2026: 3 Shio Berpeluang Punya Hunian Baru
BACA JUGA:Belajar Baca Algoritma, Bank Bengkulu Gandeng LEKAD Dorong UMKM Go Digital
Meski angka penjualan meningkat, tingkat pemakaian kondom secara nasional dinilai belum tinggi. Michael menilai hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari norma budaya, keyakinan agama, tekanan lingkungan sosial, hingga stigma terhadap aktivitas seksual.
Ia bahkan menyoroti kebiasaan sebagian konsumen yang masih merasa sungkan saat membeli kondom. Tidak jarang, pembeli menunggu toko sepi atau menyamarkannya dengan barang lain agar tidak terlihat.
BACA JUGA:Angka HIV Tembus 1.216 Kasus, Pemkot Bengkulu Gelar Tes Kesehatan Mendadak di Cumi-Cumi Spa
BACA JUGA:Jelang Ramadan 1447 H, Harga Ayam di Kota Bengkulu Naik Jadi Rp 45 Ribu per Kilogram