Tak Ada Lonjakan Saat Valentine
Menariknya, DKT tidak menemukan peningkatan penjualan yang berarti saat momen Hari Valentine di Indonesia. Hal ini berbeda dengan tren di negara-negara Barat, di mana perayaan kasih sayang sering diikuti peningkatan aktivitas seksual.
Di sisi lain, keterbukaan informasi di media sosial dinilai mulai membantu meningkatkan kesadaran soal seks aman. Meski begitu, edukasi masih dianggap perlu diperluas agar angka kehamilan tidak direncanakan serta penularan infeksi menular seksual bisa ditekan.
“Upaya edukasi masih harus diperkuat supaya risiko kehamilan yang tidak direncanakan dan penyakit menular seksual bisa diminimalkan,” ujar Michael.
BACA JUGA:Sinergi 80 Tahun Korem 041/Gamas: Rayakan HUT dengan Jalan Sehat dan Bazar UMKM Meriah
Kondom Bukan Sekadar Alat KB
Clinical Training Manager DKT Indonesia, Erika Indrajaya, menegaskan bahwa fungsi kondom jauh lebih luas dibanding sekadar alat kontrasepsi.
“Kondom punya tiga peran penting. Pertama, mencegah kehamilan. Kedua, melindungi dari infeksi menular seksual termasuk HIV. Ketiga, bisa meningkatkan kenyamanan hubungan karena sekarang banyak pilihan dan teknologi kondom semakin berkembang,” jelas dr. Erika.
Ia juga menyinggung kebiasaan sebagian pasangan yang masih mengandalkan metode withdrawal atau “keluar di luar” untuk mencegah kehamilan. Menurutnya, cara tersebut memiliki tingkat kegagalan yang cukup tinggi.
BACA JUGA:Targetkan Produksi 5 Ton, Pemkot Bengkulu Sukses Panen 4.000 Ekor Lele di UPTD BBI
BACA JUGA:Bupati Arie Lantik 85 Pejabat Pemkab Bengkulu Utara, Termasuk 4 Kepala OPD Baru
“Kalau tidak dilakukan dengan benar, peluang gagalnya besar. Sekitar 18 sampai 20 persen metode keluar di luar bisa berujung kehamilan. Artinya, dari lima orang, satu bisa gagal,” ungkapnya.