Kendala Anggaran, Pemprov Bengkulu Kaji Ulang Lelang Maskapai Haji 2026
Persiapan keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) Provinsi Bengkulu tahun 2026 yang dijadwalkan pada 24 April mendatang tengah menghadapi tantangan di sektor transportasi. --(Sumber Foto: Ilham/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Persiapan keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) Provinsi BENGKULU tahun 2026 yang dijadwalkan pada 24 April mendatang tengah menghadapi tantangan di sektor transportasi.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu saat ini masih berupaya menyelesaikan proses lelang maskapai penerbangan untuk rute Bengkulu menuju Embarkasi Padang.
Masalah utama muncul karena belum adanya kesepakatan harga antara pihak maskapai dengan pagu anggaran yang disediakan daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada maskapai yang memberikan penawaran baru yang sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.
BACA JUGA:Pastikan Mudik Aman, Kapolda Bengkulu Tinjau Kesiapan Pospam Operasi Ketupat Nala 2026
BACA JUGA:Retret Merah Putih Bengkulu Diikuti Ribuan ASN dan Pelajar, Fokus Perkuat Moral Aparatur
“Dalam pertemuan tersebut turut dilakukan pembahasan terkait proses lelang yang sampai saat ini belum ada tawaran dari maskapai untuk transportasi CJH berangkat menuju Tanah Suci,” kata Herwan.
Menurut Herwan, ketimpangan antara nilai penawaran maskapai dan ketersediaan dana menjadi hambatan utama dalam proses lelang ini.
“Penawaran dari maskapai mencapai sekitar Rp10,7 miliar, sedangkan anggaran yang disediakan Pemprov Bengkulu hanya sekitar Rp9,5 miliar. Karena selisih ini cukup jauh, sampai saat ini belum ada maskapai yang kembali mengajukan penawaran,” jelasnya.
Guna mengantisipasi kebuntuan tersebut, Pemprov Bengkulu tengah menyusun strategi alternatif. Langkah yang diambil mencakup penyesuaian skema lelang hingga opsi pergeseran anggaran dari pos lain guna menutupi kekurangan dana sebesar Rp1,2 miliar tersebut.
BACA JUGA:Mau Kulit Sehat Tanpa Biaya Mahal? Coba Beralih ke Sabun Dove, Cek Varian dan Daftar Harganya
BACA JUGA:Irigasi Diperbaiki, Seluma Siapkan Pola Tanam Tiga Kali Setahun untuk Dongkrak Produksi Gabah
“Kami akan menyusun ulang proses lelang, termasuk mengkaji kemungkinan penambahan anggaran. Saat ini masih ditelusuri juga objek anggaran mana yang memungkinkan untuk dialihkan,” tambah Herwan.
Di samping masalah logistik udara, pemerintah daerah juga tetap mewaspadai dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada pelaksanaan ibadah haji global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

