Program 1 Desa 1 Ambulans Bengkulu 2026, Dinkes Siapkan Unit Canggih Ber-GPS
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman Syahrul--(Sumber Foto: Ilham/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Pemerintah Provinsi BENGKULU melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai mematangkan peta jalan program unggulan Satu Desa Satu Ambulans untuk tahun anggaran 2026.
Di bawah visi Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian, program ini tidak sekadar menambah kuantitas armada, namun juga fokus pada peningkatan spesifikasi dan efisiensi pemantauan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman, mengungkapkan bahwa proses administrasi saat ini tengah berjalan beriringan dengan evaluasi menyeluruh terhadap unit-unit yang telah didistribusikan sebelumnya.
"Kami sedang melakukan upgrade besar-besaran. Ambulans edisi 2026 akan dilengkapi dengan teknologi GPS untuk mempermudah pelacakan lokasi secara real-time, serta penambahan fitur medis yang lebih mumpuni di dalam kabin. Kami ingin layanan ini semakin profesional dan terukur," jelas Yasman.
BACA JUGA:Gubernur Helmi Hasan Apresiasi Akselerasi TNI Bangun 10 Jembatan Garuda di Bengkulu
BACA JUGA:Libur Paskah 2026, Volume Kendaraan di Tol Bengtaba Melejit 30 Persen Lampaui Prediksi Normal
Pemprov Bengkulu kembali menyiapkan dana segar sebesar Rp38 miliar untuk pengadaan sekitar 130 unit ambulans baru. Anggaran ini setara dengan alokasi tahun 2025, namun dengan penekanan distribusi yang lebih selektif.
Prioritas utama penerima bantuan tahun ini adalah Desa dengan akses geografis tersulit ke pusat layanan kesehatan. Lalu ecamatan yang hingga saat ini belum memiliki keterwakilan unit ambulans bantuan provinsi.
Kemudian desa yang menunjukkan komitmen kuat dalam penyediaan dana operasional mandiri.
Satu poin krusial dalam regulasi tahun 2026 adalah kemandirian desa. Mengingat Pemerintah Provinsi hanya bertanggung jawab atas pengadaan unit, biaya operasional seperti bahan bakar, pemeliharaan, dan honor sopir sepenuhnya diserahkan kepada pihak desa.
Yasman mendorong pemerintah desa untuk lebih proaktif memanfaatkan alokasi anggaran yang ada demi kepentingan warga.
BACA JUGA:Wagub Tinjau Jembatan Amblas di Air Merah, Gubernur Helmi Hasan Instruksikan PUPR Gerak Cepat
BACA JUGA:Stok BBM Aman, Pemprov Bengkulu Tetap Batasi Pembelian demi Jaga Distribusi
"Program ini murni untuk memperpendek jarak layanan kesehatan ke masyarakat desa. Kami menyarankan pemerintah desa mengalokasikan sekitar 10 persen Dana Desa untuk sektor kesehatan, termasuk biaya operasional ambulans ini agar manfaatnya berkelanjutan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

