BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan bergerak cepat memulihkan kondisi Bendungan Selebang di Kecamatan Kedurang.
LMelalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), langkah strategis diambil untuk mengatasi ancaman abrasi dan penumpukan material yang mulai mengganggu fungsi utama bendungan.
Sebagai jantung irigasi bagi persawahan di sepanjang aliran Sungai Kedurang, pembenahan ini menjadi sangat krusial. Pasalnya, endapan lumpur (sedimentasi) dan pengikisan tebing sungai jika dibiarkan dapat memutus distribusi air yang menjadi urat nadi produktivitas padi milik petani setempat.
Kepala Dinas PUPR Bengkulu Selatan, Iwan Darmawan, mengungkapkan bahwa Bupati Rifai Tajuddin menaruh perhatian khusus pada persoalan ini dengan menjalin sinergi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII untuk mempercepat proses pengerjaan di lapangan.
BACA JUGA:Respon Dugaan Suap Mutasi Kepsek, Bupati Seluma Terbitkan SE Larangan Gratifikasi bagi ASN
BACA JUGA:Realisasi TPG Bengkulu Tembus Rp144 Miliar, 17.788 Guru Sudah Terima Tunjangan Profesi
"Kami memprioritaskan penanganan Bendungan Selebang karena perannya yang sangat vital bagi keberlangsungan pertanian di wilayah Kedurang hingga Kedurang Ilir," kata Iwan, Selasa (3/3/2026).
Teknis pengerjaan di lapangan mencakup normalisasi dasar bendungan guna mengangkat material yang mengendap. Tak hanya itu, petugas di lapangan juga melakukan penataan batu sepanjang 300 meter pada area-area yang tergerus abrasi demi menjaga stabilitas tebing dan arus sungai.
Guna memastikan progres berjalan efisien, satu unit alat berat jenis ekskavator telah dikerahkan ke lokasi proyek. Rencananya, pemerintah juga akan memasang sekitar 200 unit bronjong sebagai benteng tambahan untuk mengantisipasi potensi luapan air akibat tingginya curah hujan.
Iwan menegaskan bahwa intervensi ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui infrastruktur yang andal.
BACA JUGA:Cegah Stunting, Pemkot Bengkulu Bagikan Paket Susu dan Telur Selama 3 Bulan
BACA JUGA:Kawal Otopsi Gita, Ratusan Warga ‘Geruduk’ TPU Batu Bandung Sambil Kibarkan Bendera Kuning
"Tujuan utama kami adalah memastikan fungsi bendungan kembali optimal. Ini menyangkut kesejahteraan warga dan stabilitas pangan di Bengkulu Selatan," pungkasnya.
Langkah berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya mengembalikan aliran air ke sawah warga, tetapi juga melindungi lingkungan sekitar dari ancaman kerusakan lahan yang lebih luas akibat fenomena alam.