Siapkan Perwal Smart City, Pemkot Bengkulu Target 70 Persen Program Berjalan dalam 4 Tahun

Sabtu 14-03-2026,16:47 WIB
Reporter : Muhammad Haikal
Editor : Ria Sofyan

BENGKULU, BETVNEWS - Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan sebagian besar program Smart City dapat mulai berjalan dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Langkah tersebut kini mulai dipersiapkan secara bertahap, mulai dari penyusunan regulasi hingga rencana pembentukan tim lintas sektor yang akan mengawal pelaksanaan program di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

BACA JUGA:Aturan Penggunaan Mobil Dinas saat Lebaran, Hanya Boleh di Dalam Provinsi Bengkulu

BACA JUGA:Pastikan Aman Dikonsumsi, Dinkes Perketat Pengawasan Peredaran Kue Kering di Kota Bengkulu

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah menyiapkan landasan hukum berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) yang akan menjadi dasar pelaksanaan program Smart City.

Menurutnya, draf regulasi tersebut telah diserahkan ke bagian hukum untuk dibahas lebih lanjut. Pemerintah menargetkan aturan tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2026.

BACA JUGA:Pintu Kantor Bupati Rejang Lebong Tak Bisa Dibuka, KPK Bongkar Paksa dengan Gerinda

BACA JUGA:Demi Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2026, BPTD Bengkulu Batasi Operasional Kendaraan Angkutan Barang

“Draf Perwalnya sudah kami siapkan dan saat ini sedang dalam pembahasan di bagian hukum. Harapannya tahun ini regulasi tersebut sudah bisa disahkan sehingga menjadi dasar untuk menjalankan berbagai program Smart City,” ujar Nurlia.

Setelah regulasi tersebut rampung, pemerintah daerah akan membentuk tim khusus melalui Surat Keputusan (SK) wali kota guna mempercepat implementasi program.

BACA JUGA:Resmi Jabat Plt Bupati Rejang Lebong, Tangis Haru Hendri Praja Pecah Saat Terima SK dari Wagub Mian

BACA JUGA:HPMPI Dukung Jalur Kereta Bengkulu–Sumsel, Dinilai Solusi Distribusi BBM dan Batu Bara

Tim tersebut akan melibatkan berbagai pihak dari lintas sektor, tidak hanya unsur pemerintah daerah, tetapi juga akademisi, masyarakat, lembaga penegak hukum, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga kalangan dunia usaha.

“Kami ingin pengembangan Smart City ini dilakukan secara kolaboratif, sehingga berbagai elemen bisa ikut terlibat dan memberikan dukungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemkot Bengkulu menargetkan dalam empat tahun ke depan sekitar 70 persen program yang telah dirancang dalam master plan Smart City dapat mulai terealisasi.

Kategori :