BENGKULU, BETVNEWS – PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa per 1 April 2026, seluruh harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik jenis subsidi maupun non-subsidi, tidak mengalami perubahan atau kenaikan.
Keputusan ini diambil sejalan dengan instruksi pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan menjamin pasokan energi nasional tetap terjaga.
Meskipun pengumuman resmi mengenai harga tetap telah disebarluaskan, gelombang kekhawatiran masyarakat masih terlihat di lapangan.
Pada Selasa malam, 31 Maret 2026, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bengkulu terpantau diserbu pengendara hingga menimbulkan antrean yang cukup mengular.
BACA JUGA:Kecelakaan Subuh Tadi, Truk Batu Bara Naik Median Jalan Soeprapto Dalam Usai Hindari Motor
BACA JUGA:Musrenbang RKPD 2027 Digelar, Infrastruktur Jalan Masih Jadi Prioritas Utama di Seluma
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina Patra Niaga kini tengah mengintensifkan berbagai strategi di sektor hilir. Upaya ini mencakup renegosiasi dengan pihak pemasok (supplier) serta pembenahan sistem distribusi agar stok di setiap wilayah tetap aman dan mencukupi kebutuhan publik.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjalankan regulasi pemerintah terkait harga energi. Fokus utama saat ini adalah memastikan efisiensi distribusi agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat pengecer.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu panic buying," ujar Roberth.
Pertamina juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam mengonsumsi energi secara bertanggung jawab. Penghematan energi, baik di level individu maupun instansi, dianggap sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan energi dalam negeri.
BACA JUGA:396 Nelayan Bengkulu Selatan Kini Tercover BPJS Ketenagakerjaan
BACA JUGA:Siap-siap! Pemkab Bengkulu Selatan Ajukan Kuota 80 CPNS, Tenaga Kesehatan Jadi Incaran
Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk lebih selektif dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial agar tidak terjebak dalam isu hoaks yang memicu aksi borong BBM.
Partisipasi warga dalam mengonsumsi BBM sewajarnya sangat membantu kelancaran operasional di lapangan.
Melalui koordinasi yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, dan dukungan masyarakat, Pertamina optimistis ketersediaan energi nasional akan terus terjaga guna menyokong geliat ekonomi di seluruh Indonesia.