BENGKULU, BETVNEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang saat ini tengah terjadi.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul terdeteksinya puluhan titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi Bengkulu. Berdasarkan data satelit BMKG per 26 Agustus 2026, tercatat sebanyak 32 hotspot di Bengkulu.
BACA JUGA:Rio Capella: Filosofi Singa di Logo Baru Hanura Harus Tercermin dalam Diri Kader di Bengkulu
BACA JUGA:Ini 7 Destinasi Wisata Menarik di Indonesia, Perlu Masuk Daftar Liburan
Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 titik berada dalam kategori sedang, sementara satu titik masuk kategori tinggi. Hotspot dengan kategori tinggi tersebut terdeteksi di wilayah Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong.
Sementara itu, jika dihitung sepanjang Agustus 2026, jumlah hotspot yang terdeteksi di Provinsi Bengkulu telah mencapai 295 titik. Kabupaten Kaur menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 120 titik selama periode tersebut.
BACA JUGA:Cek Disini, 5 Manfaat Cengkeh untuk Kesehatan Tubuh, Ampuh Atasi Tukak Lambung
Prakirawan BMKG Bengkulu, Evi Ismiazizah, mengatakan meskipun hingga saat ini belum terdapat laporan kejadian karhutla, munculnya sejumlah hotspot di tengah kondisi musim kemarau tetap harus menjadi perhatian masyarakat.
"Walaupun belum ada laporan karhutla, masyarakat tetap kami imbau untuk waspada dan melakukan pencegahan. Jangan sampai aktivitas masyarakat justru memicu terjadinya kebakaran," ujar Evi Kamis (27/8).
BACA JUGA:Sampah 400 Ton per Hari Jadi Syarat, Pemkab Bengkulu Selatan Kaji Kerja Sama Swiss Green Project
BACA JUGA:Yuk, Kenali Fakta Menarik Tentang Tahu Putih, Bisa Cegah Obesitas Loh!
Menurutnya, potensi kebakaran lahan dapat meningkat ketika kondisi lingkungan lebih kering. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, terutama di kawasan yang mudah terbakar.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di area terbuka tanpa pengawasan, serta tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sengaja.
"Masyarakat diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah sembarangan, dan tentunya tidak melakukan pembakaran hutan atau lahan," jelasnya.