Isu Daging Sapi Suntikan Obat Muncul di Bengkulu Selatan, Peternak Khawatir
Isu Daging Sapi Suntikan Obat Muncul di Bengkulu Selatan, Peternak Khawatir--(Sumber Foto: Ary/BETV)
Sementara peternak hanya diberikan pemahaman mengenai kondisi ternak serta risiko apabila dipaksa diberi obat tertentu.
“Kalau kami melihat kondisi sapi, lebih memilih mengedukasi dan memberi tahu resiko kematiannya. Bukan mendahului Tuhan, tapi kita bisa tahu kalau sapi sudah lemah. Peternak tidak pernah disarankan untuk menyuntik obat sendiri kepada hewan ternaknya,” jelasnya.
BACA JUGA:Kasus Korupsi Tambang Bengkulu, Kerabat dan Adik Bebby Hussy Ditahan Usai Cairkan Dana Rp71 Miliar
BACA JUGA:Cerita Chandra, 15 Tahun Setia Bersama BRI: Layanan Lengkap dan Mudah Serta Praktis Pakai QRIS
Namun, peternak tetap diperbolehkan memberikan obat yang sifatnya umum, seperti vitamin, obat cacing, atau multivitamin. Sedangkan obat yang bersifat spesifik, harus melalui diagnosa tenaga kesehatan hewan.
“Salah suntik memang tidak selalu menyebabkan sapi mati, tetapi bisa timbul bisul atau alergi pada ternak. Karena itu harus hati-hati. Petugas sudah tahu obat apa yang sesuai, jadi bukan sekadar menancapkan jarum, tapi juga menyesuaikan dengan penyakitnya,” terang Mungki.
Lebih lanjut, ia menyebutkan ada banyak jenis obat hewan yang penggunaannya berbeda sesuai kebutuhan, mulai dari antibiotik pernapasan, antibiotik pencernaan, obat demam, obat alergi, obat radang, vitamin nafsu makan, multivitamin, obat cacing, antiparasit suntik hingga obat luka semprot.
“Setiap penyakit pasti berbeda obatnya. Jadi harus ada diagnosa dulu agar penanganannya tepat,” tutup Mungki.
BACA JUGA:Barang Mewah Milik Istri Eks Waka I DPRD Kepahiang Disita
BACA JUGA:Edar Narkotika, Mahasiswa dan Pria Paruh Baya Diringkus Polisi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


