2 Pekan Harga Beras Merangkak Naik di Bengkulu Selatan, Isu Beras Oplosan Bikin Masyarakat Cemas
2 Pekan Harga Beras Merangkak Naik di Bengkulu Selatan, Isu Beras Oplosan Bikin Masyarakat Cemas--(Sumber Foto: Ary/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Harga beras di Pasar Ampera, Kabupaten Bengkulu Selatan, terus mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir.
Dari sebelumnya Rp44 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp46 ribu, atau sekitar Rp14 ribu per kilogram.
Kondisi ini membuat masyarakat semakin resah, terlebih dengan mencuatnya isu beras oplosan yang beredar di tengah warga.
Lesnawati (49), salah seorang pedagang beras di Pasar Ampera, membenarkan adanya kenaikan harga tersebut.
Menurutnya, keterbatasan stok beras di pasaran menjadi penyebab utama harga sulit ditekan.
“Sudah dua minggu ini harga beras naik. Sekarang Rp46 ribu per kulak, kalau eceran sekitar Rp14 ribu per kilo. Stoknya juga terbatas, biasanya kita ambil dari Seginim,” jelas Lesnawati, Rabu (27/8).
BACA JUGA:Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Ratusan Pelajar Dilarikan ke RSUD Lebong
BACA JUGA:ASA Group Siap Bangun Pelabuhan Baru di Bengkulu, Investasi Capai Rp 3 Triliun
Ia menambahkan, dua jenis beras yang paling banyak diminati masyarakat saat ini adalah beras Ciglis dan beras Padang.
Meskipun harganya terus merangkak naik, keduanya tetap menjadi pilihan utama warga Bengkulu Selatan.
Sementara itu, meski isu beras oplosan sempat mencuat di tengah masyarakat, para pedagang menegaskan hingga saat ini belum ada temuan kasus di Pasar Ampera.
“Kalau soal beras oplosan, alhamdulillah di sini belum ada. Kita jual beras sesuai kualitas yang kita ambil dari petani maupun penggilingan di Seginim,” tegas Lesnawati.
Pedagang dan masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengantisipasi kelangkaan beras sekaligus meningkatkan pengawasan di lapangan.
Sebab, selain harga yang terus naik, isu beras oplosan dikhawatirkan dapat merugikan konsumen apabila tidak segera ditindaklanjuti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


