Bank Indonesia

Hingga Maret, Penyakit PMK dan Jembrana di Seluma Nihil Kasus

Hingga Maret, Penyakit PMK dan Jembrana di Seluma Nihil Kasus

Hingga Maret, Penyakit PMK dan Jembrana di Seluma Nihil Kasus--(Sumber Foto: Jul/BETV)

SELUMA, BETVNEWS – Meski ancaman virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Jembrana masih membayangi wilayah Provinsi Bengkulu, Kabupaten Seluma berhasil mempertahankan predikat "Zero Case" hingga pertengahan Maret 2026. Kendati laporan serangan virus masih nihil, pemerintah daerah memilih tidak lengah dengan memperketat benteng pertahanan kesehatan hewan.

Dinas Pertanian Kabupaten Seluma memastikan bahwa sepanjang triwulan pertama tahun ini, belum ada satu pun ternak warga yang terjangkit. Namun, status aman ini dipandang sebagai fase krusial untuk memperkuat imunitas massal hewan ternak sebelum risiko penularan meningkat.

Kabid Peternakan, Hendry Aritonang, mewakili Kepala Dinas Pertanian Seluma, menegaskan bahwa nihilnya laporan bukan berarti ancaman telah hilang sepenuhnya dari radar.

"Kita masih di angka nol kasus, tapi kewaspadaan justru harus ditingkatkan. Kami tidak ingin kecolongan, maka dari itu pengawasan lalu lintas ternak yang masuk ke wilayah Seluma kini diperketat guna memutus rantai potensi penularan," tegas Hendry.

BACA JUGA:Tak Masuk Akal Lolos 37 Barcode, Operator SPBU Tais Kini Dalam Bidikan Polres Seluma

BACA JUGA:Antisipasi Risiko Wisata Perahu Karet, Sekda Pastikan Alat Penyelamat BPBD Siap Tempur

Sebagai langkah konkret, pemerintah telah mengamankan stok amunisi berupa 3.000 dosis vaksin PMK dan 300 dosis vaksin khusus Jembrana. Ribuan dosis ini disiapkan sebagai 'senjata' utama untuk membentengi aset ekonomi para peternak lokal.

Hendry menambahkan, meski stok vaksin sudah tersedia, eksekusi penyuntikan masal baru akan digulirkan secara masif setelah masa cuti bersama Idulfitri usai. Strategi ini diambil untuk memastikan pendampingan petugas medis di lapangan lebih optimal.

"Vaksinasi adalah kunci pengendalian. Setelah libur Lebaran nanti, tim akan langsung bergerak ke sentra-sentra peternakan. Kami imbau peternak tetap menjaga sanitasi kandang secara mandiri sambil menunggu jadwal vaksinasi reguler," imbuhnya.

Keberhasilan mempertahankan zona hijau ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menjaga stabilitas harga dan pasokan ternak di Kabupaten Seluma, terutama menjelang kebutuhan konsumsi yang biasanya meningkat di hari besar keagamaan.

BACA JUGA:Kasus ART Refpin, Potret Telanjang Orang Miskin Memelas Keadilan

BACA JUGA:Dihantam Cemoohan hingga Ancaman, Wali Kota Dedy Puji Keberanian Satpol PP Sapu Bersih Maksiat

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: