Sawah Terendam Banjir di Kualo Bengkulu, Petani Keluhkan Minim Perhatian Pemerintah
Sawah Terendam Banjir di Kualo Bengkulu, Petani Keluhkan Minim Perhatian Pemerintah--(Sumber Foto: Vero/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Banjir kembali merendam lahan pertanian di kawasan pasang surut dekat Pantai Kualo, Sabtu (6/9/2025).
Kondisi ini membuat petani mengeluh karena berpotensi merusak tanaman padi yang baru ditanam.
Agus Gus Marobinson (46), petani setempat, menyebut banjir biasanya terjadi saat hujan deras disertai air pasang.
Dalam kondisi normal, air memang bisa surut dalam tiga hingga empat jam, namun jika bertahan hingga dua hari, padi bisa membusuk.
BACA JUGA:Mahasiswa Poltekkes Bengkulu Gelar Donor Darah dan Aksi Peduli Lingkungan di Pantai Panjang
BACA JUGA:Anggota Satpol PP Provinsi Bengkulu Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali
“Kalau hujannya lebih dari dua hari, jelas padinya rusak. Terpaksa keluar modal lagi untuk bibit baru,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, biaya yang harus dikeluarkan untuk bibit padi mencapai Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per lahan, belum termasuk biaya tambahan seperti racun hama keong yang mencapai Rp40 ribu per bungkus.
“Kalau banjir, keong makin banyak. Itu jadi kendala besar bagi kami,” ungkapnya.
Sebagai solusi, Agus menilai pembangunan dam atau pematang besar sangat dibutuhkan untuk mengendalikan aliran air dari sungai agar tidak merendam sawah terlalu lama.
“Kalau pemerintah mau buat dam sampai ke jembatan, itu bagus. Airnya bisa dikontrol,” tambahnya.
BACA JUGA:Cuaca Buruk, Nelayan Diminta Berhati-hati saat Melaut
BACA JUGA:Polda Bengkulu: Pengunjung Dilarang Mandi di Pantai Panjang
Namun, perhatian pemerintah terhadap petani di kawasan pasang surut ini dinilai masih minim.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


