PAD Bengkulu 2025 Tembus Rp1 Triliun, Bapenda Optimistis Capai 95 Persen
Hadianto mengatakan berdasarkan perhitungan dan proyeksi hingga akhir tahun, capaian PAD diyakini akan terus meningkat dan mendekati target keseluruhan.--(Sumber Foto: Abdu/Betv)
BENGKULU, BETNEWS - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2025 berhasil menembus angka Rp 1 triliun. Capaian ini setara dengan sekitar 95 persen dari total target PAD yang ditetapkan sebesar Rp1,2 triliun.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bengkulu, Hadianto mengatakan berdasarkan perhitungan dan proyeksi hingga akhir tahun, capaian PAD diyakini akan terus meningkat dan mendekati target keseluruhan.
"Insya Allah, total PAD tahun 2025 ini bisa mencapai Rp 1,2 triliun. Paling tidak, kita berada dikisaran 95 persen dari target. Artinya, lebih dari Rp1 triliun PAD sudah berhasil kita kumpulkan sepanjang tahun 2025," ujar Hadianto.
BACA JUGA:500 Dol Siap Ramaikan Launching Belungguk Poin
Hadianto menjelaskan, target murni yang dikelola langsung oleh Bapenda Provinsi Bengkulu pada tahun ini berada di angka sekitar Rp982 miliar. Target tersebut kemudian ditingkatkan secara agregat guna mendukung kebutuhan pembangunan daerah.
"Target yang menjadi kewenangan langsung Bapenda sekitar Rp982 miliar dan Insya Allah bisa tercapai. Saat ini realisasinya sudah berada dikisaran 81 persen. Sementara jika digabung secara keseluruhan dengan komponen lainnya, capaian sudah menyentuh 95 persen," jelasnya.
BACA JUGA:Dari Revolusi Mental Hingga Spiritual Retreat, Sebuah Refleksi?
Menurut Hadianto, keberhasilan realisasi PAD tahun 2025 tidak terlepas dari optimalisasi tujuh komponen sektor pajak daerah. Di antaranya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP), hingga pajak alat berat.
"Memang ada beberapa sektor dengan target yang relatif kecil, tetapi realisasinya justru sangat tinggi. Saat ini, seluruh tujuh komponen pajak tersebut sudah mencapai target yang ditetapkan," ungkapnya.
BACA JUGA:Perayaan Natal di GKII Bengkulu Berlangsung Khidmat, Korban Bencana di Sumatera turut Didoakan
Ia menambahkan, sektor penyumbang terbesar PAD Provinsi Bengkulu masih didominasi oleh Pajak Kendaraan Bermotor, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan target di bawah Rp300 miliar. Selain itu, pajak alat berat juga menjadi salah satu kontributor signifikan, disusul pajak bahan bakar kendaraan bermotor dan pajak air permukaan.
"Nanti pada saat penutupan tahun anggaran, kita akan melihat angka finalnya. Namun kami optimistis seluruh target PAD tahun 2025 dapat tercapai," tutup Hadianto.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


