Iklan Mukomuko

Tim Saber Pungli Lidik Tarif Sewa Lapak Pameran HUT Kota Curup

Tim Saber Pungli Lidik Tarif Sewa Lapak Pameran HUT Kota Curup

Ketua Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kompol Yusiady, S.IK--(Sumber Foto: Daman/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Dugaan pungutan liar (pungli) lapak pameran dalam pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 143 Kota Curup yang dilaksanakan di Lapangan Dwi Tunggal, akhirnya dilidik Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. 

BACA JUGA:Cair Mei 2023! Pelaku UMKM Bisa Dapat Bansos Rp2.400.000, Buruan Cek Syarat dan Penerimanya

Ketua Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kompol Yusiady, S.Ik menyampaikan, menindalanjuti informasi tersebut tim Satgas Saber Pungli telah turun beberapa hari lalu untuk melakukan pengecekan lansung ke lokasi pameran.

BACA JUGA:Bikin Kagum Orang! Inilah Ciri-ciri Wanita Berkarisma, Kamu Salah Satunya?

"Untuk dugaan yang disampaikan para pedagang, memang ada beberapa indikasi pungutan diluar tarif yang sudah ditentukan" ujar Kompol Yusiady (Jumat 19 Mei 2023).

BACA JUGA:Penuh Tekad! Ini 5 Tanda Kamu Perempuan Bermental Kuat, Jangan Salahkan Keadaan

Ia menambahkan, untuk tarif sewa lapak yang ditetapkan seharusnya sebesar Rp 1,3 juta per lapak. Namun saat tim Satgas Saber lakukan pengecekan dan melakukan monitoring pengawasan, ditemukan harga sewa yang harus dibayarkan para pedagang sebesar Rp 4 juta per lapak.

BACA JUGA:Bikin Hati Tenang! Ini 6 Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah, Isi Harimu Dengan Rasa Syukur

"Kami akan melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut," kata Yusiady.

BACA JUGA:Inilah Legenda Putri dari Kerajaan Sungai Serut Bengkulu, Bagaimana Sejarahnya?

Tak hanya pungli tenda stand pameran dan bazar, Yusiady menegaskan pungli ini juga menyasar para pedagang kaki lima yang berdagang di luar lapak telah ditentukan, yang mana untuk setiap pedagang emperan diminta membayar uang lapak sebesar Rp 500 ribu, padahal aturan uang sewa lapal ini tidak ada.

BACA JUGA:PKK Sebagai Garda Terdepan Ciptakan Keluarga Berkualitas

"Ada beberapa orang yang kita ambil keterangan memang dia (pedagang, red) dimintai uang oleh oknum tertentu. Cuma pada saat kita minta sebutkan nama, nama yang disebutkan bukan dari Panitia," sambung Yusiady.

BACA JUGA:Menteri PANRB Usul Gaji PNS Naik, Bagaimana Hasilnya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: