Dugaan Korupsi Labkes Rp2,7 Miliar, Kejari Geledah Kantor Dinkes Hingga Rumah Kontraktor
Kejari Geledah Kantor Dinkes Hingga Rumah Kontraktor, Kamis 11 September 2025--(Sumber Foto: Imron/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Kamis 11 September 2025.
Penggeledahan dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan melibatkan Puluhan Jaksa dari Kejari Bengkulu dan dikawal dengan personel TNI lengkap dengan membawa Senjata lengkap.
BACA JUGA:Aksi Pencurian Sepeda Motor di Bengkulu Semakin Meresahkan, Kali Ini Beraksi di Kawasan Kos-kosan
Selain itu, tim penyidik turut melakukan penggeledahan di kediaman Akmad Basir, selaku pelaksana proyek yang berada di Kelurahan Sukarami dan di Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.
Penggeledahan dilakukan setelah status penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung laboratorium UPTD Dinkes Kota Bengkulu dinaikkan ke tahap penyidikan.
Terlihat di lokasi, tim penyidik tiba dengan mengenakan rompi hitam-merah bertuliskan Tindak Pidana Khusus.
BACA JUGA:HUT Keselamatan Lalu Lintas Ke-70, Ditlantas Polda Bengkulu Gelar Donor Darah
BACA JUGA:2 Warga Tenggelam di Sungai Pasar Bengkulu, Satu Masih dalam Pencarian
Kasi Intel Kejari Bengkulu, Fri Wisdom Sumbayak, memimpin langsung proses penggeledahan. Ia mengatakan tujuannya untuk mengamankan dokumen penting dan memperkuat alat bukti terkait proyek yang dibiayai dengan anggaran miliaran rupiah tahun 2023 tersebut.
"Sudah ada puluhan saksi yang dimintai keterangan dalam perkara ini. Untuk kerugian negara belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses melengkapi keterangan dan bukti," ujar Fri Wisdom.
BACA JUGA:Sudah 80 Persen Desa di Bengkulu Daftar Lomba Tanam Jagung, Pendaftaran Masih Terbuka
BACA JUGA:Harga Cabai Merah di Kota Bengkulu Naik 2 Kali Lipat, Kini Dijual Rp70 Ribu per Kilogram
Terkait apakah ada pihak Dinkes yang terlibat dalam perkara ini Kasi Intel mengatakan pemeriksaan masih berjalan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


