Diduga Salah Sasaran, Pemuda Sawah Lebar Dikeroyok Oknum TNI dan Polri
Seorang pemuda bernama Muhammad Afin Wahyudi (23) menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum TNI dan Polri. --(Sumber Foto: Angga/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Seorang pemuda bernama Muhammad Afin Wahyudi (23) menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum TNI dan Polri.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 02.30 WIB, di Jalan Meranti, Kelurahan Sawah Lebar Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.
BACA JUGA:Banjir Rendam 3 Desa di Bengkulu Tengah, 130 Rumah Warga Terdampak
BACA JUGA:Mobil Toyota 2026: Cek Disini Harga Terbaru 2026 Mulai dari Agya hingga Alphard Hybrid
Kejadian bermula saat korban sedang duduk dan mengobrol bersama temannya di lantai dua ruko Ayam Geprek milik pamannya. Tanpa diduga, datang tiga orang yang langsung melakukan pemukulan terhadap korban.
Akibat kejadian tersebut, Muhammad Afin mengalami luka di bagian bibir, benjolan di kepala bagian belakang, serta lebam di bagian punggung.
BACA JUGA:Honda Jazz Hadir dengan Performa Baru di Tahun 2026, Lebih Irit hingga Stylish
BACA JUGA:Performa Gahar dan Visual Epik, Ini 6 Rekomendasi Laptop Gaming 2026 yang Bisa Jadi Pilihan
Dari informasi yang dihimpun, aksi pengeroyokan diduga dilakukan oleh oknum TNI berpangkat Prajurit Dua (Prada) berinisial R-E dan oknum anggota Polantas berinisial R-O, bersama seorang pria bernama Piter.
Sepupu korban, Alvis, mengungkapkan bahwa para pelaku datang menggunakan mobil operasional Polantas dan mengaku sedang mencari pelaku pengeroyokan.
“Yang mengeroyok sepupu saya itu oknum TNI dan anggota polisi. Mereka datang pakai mobil Polantas, mengaku mencari pelaku pengeroyokan, lalu naik ke lantai dua dan langsung memukuli korban,” ujar Alvis.
BACA JUGA:Bisa Aktif Seharian Tanpa Cas, Ini 6 Rekomendasi HP Baterai Tahan Lama 2026
BACA JUGA:Andalkan Layar 12 Inci, Huawei MatePad 12X 2026 Resmi Hadir, Cek Spesifikasinya
Usai kejadian, korban sempat dibawa ke Polresta Bengkulu. Dari keterangan yang diperoleh, pengeroyokan diduga terjadi akibat kesalahpahaman. Piter diketahui sebelumnya menjadi korban penganiayaan dalam kejadian lain dan salah mengira Muhammad Afin sebagai pelaku.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


