IRT di Seginim Digerebek Warga Bareng Teman Suami, Diduga Selingkuh Saat Suami Berkebun
IRT di Seginim Digerebek Warga Bareng Teman Suami, Diduga Selingkuh Saat Suami Berkebun--(Sumber Foto: Ary/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Dugaan perselingkuhan mengguncang Desa Durian Seginim, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial DSA (40) digerebek warga saat sedang bersama pria berinisial DN (53), yang tak lain adalah tetangga sekaligus teman dekat suami DSA.
Penggerebekan yang berlangsung pada Senin malam, 26 Januari 2026 ini memicu kemarahan massa. Beruntung, pihak kepolisian segera bertindak cepat mengamankan keduanya ke Polsek Seginim guna menghindari aksi main hakim sendiri.
Berdasarkan informasi di lapangan, dugaan hubungan terlarang ini ditengarai telah terjalin selama empat tahun.
Kecurigaan warga memuncak karena DN kerap terpantau keluar masuk rumah DSA melalui pintu belakang tanpa kendaraan, terutama saat suami DSA, Supratman (50), sedang bekerja sebagai pekebun di Curup.
BACA JUGA:Ramalan Shio Hari Ini: Shio Kerbau Butuh Istirahat, Shio Kelinci Waktunya Detoks Pikiran!
Supratman diketahui sudah meninggalkan rumah selama sembilan bulan untuk mencari nafkah. Selama itu pula, DN yang berprofesi sebagai sopir diduga memanfaatkan situasi untuk bertamu secara sembunyi-sembunyi ke rumah yang jaraknya hanya 300 meter dari kediamannya.
Supratman yang baru pulang sehari setelah kejadian mengaku sangat terpukul. Meski isu perselingkuhan sang istri sudah lama berembus, ia memilih untuk tetap berpikiran positif demi keutuhan rumah tangga yang telah dikaruniai tiga anak tersebut.
“Isu itu sudah lama terdengar, tapi saya tidak pernah melihat langsung. Saya masih percaya karena dia istri saya,” ujar Supratman.
BACA JUGA:Ramai Peserta PBI JK Dicoret Per Februari, BPJS Kesehatan Buka Suara Soal Penggantian Data
BACA JUGA:Tragis! Pasutri Tewas Terjebak dalam Kebakaran Bengkel Alat Berat di Jalan Cintandui
Pasca penggerebekan, DN dikabarkan sempat menghubungi Supratman untuk meminta maaf dan mengajak menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Namun, Supratman dengan tegas menolak tawaran tersebut dan memilih melaporkan kasus ini ke Unit PPA Polres Bengkulu Selatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

