Bank Indonesia

RSMY Kewalahan, Pemprov Bengkulu Desak Rumah Sakit Daerah Segera Miliki Unit Cuci Darah

RSMY Kewalahan, Pemprov Bengkulu Desak Rumah Sakit Daerah Segera Miliki Unit Cuci Darah

RSMY Kewalahan, Pemprov Bengkulu Desak Rumah Sakit Daerah Segera Miliki Unit Cuci Darah--(Sumber Foto: Ilham/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS Pemerintah Provinsi (Pemprov) BENGKULU mendorong seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di tingkat kabupaten untuk segera menyediakan unit Hemodialisa (cuci darah).

Langkah ini diambil guna memutus rantai rujukan yang menumpuk di RSUD M. Yunus (RSMY) sekaligus mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di pelosok daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyoroti fenomena banyaknya pasien dari kabupaten yang terpaksa menempuh perjalanan jauh ke ibu kota provinsi hanya untuk mendapatkan tindakan cuci darah.

“Kami menemukan banyak pasien dari kabupaten yang seharusnya bisa dilayani di daerah asal jika fasilitasnya tersedia. Namun, karena keterbatasan unit hemodialisa di sana, beban pelayanan akhirnya bertumpu di RSMY,” ujar Herwan, Kamis (16/4).

BACA JUGA:Kejari Bengkulu Selatan Kembali Seret 2 Tersangka Kasus SHM HPT

BACA JUGA:Kapolres Bengkulu Selatan Pimpin Mutasi 8 Pejabat, Ini Daftar Lengkapnya

Ketergantungan yang tinggi terhadap RSMY sempat memicu kendala serius. Pada 15 April 2026, layanan cuci darah di RSMY sempat lumpuh total akibat habisnya Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).

Hal ini dipicu oleh lonjakan pasien rujukan dari daerah yang mencapai 90 orang, angka yang melampaui estimasi ketersediaan stok logistik rumah sakit.

Saat ini, RSMY memiliki 25 mesin hemodialisa yang bekerja ekstra melayani rata-rata 50 pasien setiap hari dalam dua sesi. Layanan tersebut akhirnya baru bisa beroperasi kembali secara normal pada Kamis siang (16/4) setelah pasokan 100 unit BMHP tiba di lokasi.

Pemprov menekankan bahwa pemenuhan alat kesehatan dan ketersediaan BMHP di RS kabupaten adalah solusi jangka panjang agar krisis serupa tidak terulang. Hingga saat ini, tercatat baru beberapa rumah sakit yang memiliki instalasi hemodialisa, di antaranya:

BACA JUGA:Better Home Ekspress Rawa Makmur Resmi Dibuka, Grand Opening Bertabur Promo Menarik hingga Jutaan Rupiah

BACA JUGA:Keluarga Cari Keberadaan Dinda Aulia, Remaja 15 Tahun yang Hilang di Kampung Melayu

Kota Bengkulu: RSMY, RSUD Harapan dan Doa (RSHD), RS Raflesia, RS Tiara Sella, dan RS Bhayangkara.

Kabupaten: RSUD Hasanuddin Damrah (Manna), RSUD Curup, dan RSUD Mukomuko.

Dengan penambahan unit di kabupaten lain yang belum memiliki fasilitas ini, diharapkan beban kerja RSMY dapat berkurang secara signifikan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi penderita gagal ginjal di Provinsi Bengkulu dapat lebih optimal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait