Hasil Sidak DLH Seluma: IPAL PT SSL Bocor, Limbah Cemari Aliran Anak Sungai
Hasil Sidak DLH Seluma: IPAL PT SSL Bocor, Limbah Cemari Aliran Anak Sungai--(Sumber Foto: Jul/BETV)
SELUMA, BETVNEWS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Seluma menemukan indikasi kuat pelanggaran pengelolaan limbah oleh pabrik CPO PT Seluma Sawit Lestari (SSL).
Dalam inspeksi mendadak di Dusun Napalan, tim penyidik mendapati Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) perusahaan dalam kondisi memprihatinkan dan tidak memenuhi standar prosedur operasional.
Temuan paling krusial adalah adanya rembesan limbah cair dari kolam penampungan nomor 5 yang terdeteksi mengalir langsung ke anak sungai sejauh 200 meter. Menanggapi temuan fisik tersebut, DLH telah mengamankan enam sampel air di titik-titik strategis untuk diuji secara laboratoris.
Kepala DLH Seluma, Ikwan Effendi, menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum administratif jika hasil uji laboratorium mengonfirmasi adanya pencemaran di atas ambang batas.
BACA JUGA:2 Bulan Beraksi, Satresnarkoba Polresta Bengkulu Ringkus 7 Tersangka dan Sita 1,4 Kg Ganja
BACA JUGA:Kilat Maut di Perkebunan Karet: 1 Pekerja PTPN VII Tewas Disambar Petir, 2 Lainnya Luka-luka
"Kami tidak main-main. Jika parameter limbah terbukti melampaui standar baku mutu, sanksi denda akan dijatuhkan sesuai regulasi Permen LH Nomor 14," ujar Ikwan.
Selain persoalan pencemaran air, kebocoran pada kolam nomor 5 juga dinilai mengancam stabilitas struktur tanah di area pabrik. Intensitas rembesan yang tinggi dikhawatirkan dapat memicu erosi bawah tanah yang berujung pada bencana longsor.
Ikwan juga menyoroti adanya diskrepansi data pada sistem pelaporan aplikasi IPAL perusahaan. Menurutnya, terdapat ketidaksesuaian antara laporan digital yang dikirimkan pihak manajemen dengan fakta teknis yang ditemukan tim ahli di lapangan.
Kritik tajam juga diarahkan pada kualitas pengolahan di bak akhir (kolam nomor 8). Secara teknis, air di kolam final seharusnya sudah mencapai tingkat kejernihan tertentu yang memungkinkan biota air, seperti ikan, untuk bertahan hidup sebagai indikator keamanan lingkungan.
BACA JUGA:Kritik Sosiologi Teknologi Terhadap Tren Self-Diagnosis Kesehatan Mental Remaja di TikTok
BACA JUGA:Nasib SF Alias Aan: Terjerat Kasus Penggelapan Miliaran, Kini Dilaporkan Perzinahan oleh Istri Sah
"Kenyataannya, air di kolam nomor 8 masih sangat keruh. Ini menunjukkan proses degradasi limbah dari kolam awal hingga akhir tidak berjalan optimal," tambah Ikwan.
Saat ini, DLH Seluma telah menempatkan PT SSL dalam status pemantauan khusus. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan dan mendokumentasikan jika melihat adanya pembuangan limbah secara ilegal melalui jalur-jalur tersembunyi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

