Implementasi Ekoteologi: Menag Nasaruddin Umar Lepas Benih Ikan dan Burung di Danau Dendam Tak Sudah
Implementasi Ekoteologi: Menag Nasaruddin Umar Lepas Benih Ikan dan Burung di Danau Dendam Tak Sudah--(Sumber Foto: Humas Kemenag Bengkulu)
BENGKULU, BETVNEWS – Di tengah keasrian cagar alam Danau Dendam Tak Sudah, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., meresmikan gerakan Ekoteologi sebagai bagian dari program strategis Asta Protas Kementerian Agama, Kamis (23/4). Aksi pelepasan ribuan benih ikan dan burung ini menjadi simbol integrasi antara nilai spiritual dan pelestarian lingkungan hidup.
Kehadiran Menag di ikon wisata Bengkulu ini didampingi oleh Kakanwil Kemenag Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., serta jajaran pimpinan daerah dan tokoh lintas agama yang antusias mendukung pesan kelestarian alam tersebut.
Dalam orasinya, Menag mengangkat kisah inspiratif Nabi Sulaiman AS. Ia menjelaskan bagaimana kepemimpinan yang agung selalu berbanding lurus dengan kekaguman terhadap keindahan ciptaan Tuhan.
Pesan ini ia kaitkan langsung dengan pesona Danau Dendam Tak Sudah yang menjadi saksi bisu keseimbangan ekosistem di Bengkulu.
BACA JUGA:Gelorakan Spirit Makmurkan Masjid, Menag Kukuhkan 500 Pengurus RISMA se-Kota Bengkulu
BACA JUGA:Menteri Agama Ajak Warga Bengkulu Maknai Syukur Lewat Kepedulian Sosial
"Keindahan alam adalah tanda kebesaran Sang Pencipta yang nyata. Melalui ekoteologi, kita membawa agama hadir dalam bentuk kepedulian fisik terhadap lingkungan. Di Bengkulu, kita memilih cara yang unik: membiarkan ikan kembali ke keceriaan air dan burung kembali ke kemerdekaan udara," ungkap Nasaruddin Umar.
Wali Kota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M., mengapresiasi dipilihnya Danau Dendam Tak Sudah sebagai pusat kegiatan. Menurutnya, danau seluas lebih dari 550 hektare ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan laboratorium alam satu-satunya yang terletak tepat di tengah kota.
"Kawasan ini adalah paru-paru Kota Bengkulu. Menjadikannya sebagai lokasi gerakan ekoteologi adalah langkah cerdas untuk mengingatkan masyarakat bahwa merawat danau ini adalah bagian dari menjaga warisan masa depan," tegas Dedy.
Agenda ini turut dihadiri oleh Rektor UIN Fatmawati Sukarno, Rektor IAIN Curup, serta unsur Forkopimda. Kehadiran para akademisi dan tokoh adat menegaskan bahwa isu lingkungan di Danau Dendam Tak Sudah merupakan tanggung jawab bersama yang melintasi batas institusi.
BACA JUGA:Jaga Ekosistem Alam, Menteri Agama Lepas Ribuan Bibit Ikan dan Burung di Danau Dendam Tak Sudah
BACA JUGA:Kawal Kasus Penggelapan Rp4,7 Miliar, Tim Hotman 911 Tiba di Bengkulu
Kunjungan kerja ini ditutup dengan pesan kuat bahwa harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam semesta harus dijaga agar tetap selaras. Melalui pelepasan benih ini, Kementerian Agama berharap nilai-nilai religius dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata dalam menjaga kekayaan ekologi Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

