Andalkan Kayu untuk Melaut, Nelayan Bunga Mas Jadi Prioritas Bantuan DKP

Andalkan Kayu untuk Melaut, Nelayan Bunga Mas Jadi Prioritas Bantuan DKP

Andalkan Kayu untuk Melaut, Nelayan Bunga Mas Jadi Prioritas Bantuan DKP--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Kondisi nelayan tradisional di Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten BENGKULU SELATAN, sejauh ini masih memprihatinkan. Hingga kini, sejumlah nelayan dilaporkan masih menggunakan sepotong kayu dan perahu sederhana tanpa mesin untuk mencari ikan di laut.

Situasi tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Penggunaan alat yang sangat sederhana tersebut dinilai berisiko tinggi dan membahayakan keselamatan para nelayan saat menghadapi gelombang laut.

Selain faktor keselamatan, penggunaan alat tangkap yang tidak memadai ini berdampak langsung pada minimnya hasil tangkapan. Padahal, wilayah perairan Bengkulu Selatan yang mencakup Pino Raya, Kota Manna, Pasar Manna, Bunga Mas, hingga Kedurang, memiliki potensi hasil laut yang sangat besar.

Namun, dari seluruh wilayah pesisir tersebut, nelayan di Kecamatan Bunga Mas tercatat masih banyak yang menggunakan alat tangkap tradisional yang jauh dari standar kelayakan melaut.

BACA JUGA:Kejari Seluma Kawal Proyek Strategis MTQ Ke-37 dari Ancaman dan Gangguan

BACA JUGA:Tunggakan Capai Rp1,4 Miliar, Inspektorat Bengkulu Selatan Audit Pajak Randis OPD

Kepala DKP Bengkulu Selatan, Nengsi Affriani, mengungkapkan bahwa berdasarkan data instansinya, terdapat sekitar 20 nelayan di Bunga Mas yang masih bergantung pada alat tangkap sederhana tersebut.

“Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami karena menyangkut keselamatan nelayan dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Nengsi Affriani.

Sebagai solusi konkret, DKP Bengkulu Selatan tengah mengupayakan bantuan perahu bermesin. Langkah ini dilakukan melalui pengajuan usulan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pusat maupun melalui alokasi dukungan APBD kabupaten.

Menurut Nengsi, bantuan perahu bermesin diharapkan tidak hanya menjamin keamanan, tetapi juga mampu mendongkrak produktivitas nelayan dalam meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Di sisi lain, DKP Bengkulu Selatan juga intensif melakukan pemantauan terhadap aktivitas kapal trawl di wilayah perairan setempat. Pengawasan ini dilakukan agar kapal trawl tidak merambah zona tangkap nelayan tradisional yang dapat merusak ekosistem laut serta memicu konflik antar kelompok nelayan.

BACA JUGA:Penyidikan Korupsi SHM Ilegal, Tim Ahli dan Kejari Turun ke Kawasan HPT Bukit Rabang

BACA JUGA:Ekonomi Bengkulu Tumbuh 4,72 Persen, Sektor Pertanian Masih Jadi Tulang Punggung

“Kami ingin nelayan tradisional tetap terlindungi dan hasil laut di Bengkulu Selatan tetap terjaga,” tutup Nengsi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait