BACA JUGA:Nyeri Haid Bisa Diatasi Dengan Mudah, Ini yang Perlu Kamu Rutinkan Sehari-hari
3. Gangguan Pencernaan
--(Sumber : iStockPhoto)
Brain rot juga dapat memengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan gangguan pencernaan.
Hal ini lantaran stres berlebihan yang sering menyertai brain rot dapat menyebabkan gangguan seperti maag, sindrom iritasi usus besar (IBS), atau sembelit.
Ketidakseimbangan ini dapat terjadi karena otak dan sistem pencernaan saling terhubung melalui sumbu otak-usus yang sangat sensitif terhadap perubahan mental.
BACA JUGA:Dump Truk Lepas Kendali usai Menyalip Mobil di Bengkulu Utara, Sopir Tewas
BACA JUGA:Polresta Bengkulu Berhasil Gagalkan Peredaran Ganja 6 Kilogram Asal Padang
4. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis
Kondisi brain rot yang berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Hal ini disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat, termasuk minimnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tidak bergizi, serta kurang tidur.
Semua faktor ini berkontribusi pada penurunan fungsi tubuh secara keseluruhan sehingga penting untuk melakukan pencegahan.
BACA JUGA:Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Telah Terjemahkan 73 Cerita Anak Selama 2024
BACA JUGA:Penyaluran Program Kartu Bengkulu Sejahtera Tahap 4 Ditunda, Ini Sebabnya
5. Gangguan Keseimbangan Hormon
Brain rot juga dapat mengacaukan produksi hormon dalam tubuh sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan hormon.