Gejala alergi yang muncul akibat konsumsi terong Belanda berlebihan ini dapat berupa gatal-gatal, ruam kulit, pembengkakan, atau gangguan pernapasan.
Konsumsi berlebihan tentu dapat memperparah gejala ini, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat alergi terhadap buah-buahan lain yang serupa, seperti tomat atau buah sitrus.
BACA JUGA:4 Cara Dapat Saldo DANA Gratis dari Game Tile Puzzle Matching Land, Mainkan dan Kumpulkan Cuanmu!
4. Meningkatkan Risiko Batu Ginjal
Terong Belanda juga mengandung oksalat, yaitu senyawa yang dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Oksalat ini dapat mengikat kalsium dalam tubuh, membentuk kristal yang mengendap di ginjal sehingga kamu perlu lebih memperhatikan asupannya.
Bukan hanya itu saja, bagi kamu yang memiliki riwayat batu ginjal atau masalah ginjal lainnya, maka disarankan untuk membatasi konsumsi buah ini.
BACA JUGA:Mampu Menjaga Kesehatan Mental, Ini Manfaat Salad Buah yang Dikonsumsi Sehari-hari
BACA JUGA:Perjalanan Mudik Lebih Nyaman, Bayar Tol Pakai BRIZZI!
5. Mengganggu Kadar Gula Darah
--(Sumber : iStockPhoto)
Meskipun terong Belanda memiliki indeks glikemik yang rendah, namun konsumsi terong Belanda secara berlebihan dapat memengaruhi kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes.
Hal ini disebabkan oleh kandungan gula alami dalam buah yang jika dikonsumsi dalam jumlah besar, dapat meningkatkan kadar gula darah.
Oleh karena itu, penderita diabetes perlu berhati-hati dalam mengonsumsi buah ini dan mengatur jumlah konsumsinya.
BACA JUGA:Terdepan Dukung UMKM, BRI Raih Penghargaan Internasional Best SME Bank in Indonesia