BENGKULU, BETVNEWS — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KBM Universitas Bengkulu menggelar Sekolah Aktivis bertema “Melahirkan Pionir Perjuangan dalam Menguatkan Gerakan Kolektif Menuju Transformasi Sosial Bersama Lentera Eskalasi” di Gedung Layanan Terpadu Universitas Bengkulu, Sabtu (18/10/2025).
Kegiatan ini akan berlangsung selama dua minggu dengan pembagian teori pada 18–19 Oktober dan praktik lapangan pada 25–26 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Presiden Mahasiswa Universitas Bengkulu 2025, Teo Ramadhan Z, menuturkan bahwa Sekolah Aktivis dihadirkan tidak hanya sebagai ajang menambah pengetahuan, tetapi juga pengalaman lapangan yang akan memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap dunia aktivisme.
“Sekolah Aktivis hadir bukan hanya untuk mencari ilmu, tapi juga pengalaman praktik di lapangan. Harapannya kegiatan ini bisa menjadi pelopor di Bengkulu dalam menciptakan aktivis-aktivis yang siap bersaing dan mengkritisi kebijakan yang tidak berkeadilan,” ujarnya.
BACA JUGA:Momen HUT ke-56 Provinsi, Pemprov Bengkulu Akan Launching Zona KHAS Merah Putih
BACA JUGA:Swarnabumei Galeri Kain Besurek, Angkat Warisan Budaya Lewat Sentuhan Modern
Ia juga mendorong peserta untuk menjaga semangat hingga akhir kegiatan yang akan berlangsung selama dua minggu.
“Minggu pertama teori, minggu kedua praktik di lapangan. Harapannya semangat ini terus dijaga dan teruslah menjadi pembelajar dari pengalaman,” tambahnya.
BACA JUGA:Sekolah Laboratorium Pancasila Siap Launching di Kabupaten Seluma
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Agustin Zarkani, menyampaikan apresiasi terhadap BEM KBM UNIB yang untuk pertama kalinya menggagas kegiatan tersebut. Ia menilai Sekolah Aktivis menjadi lanjutan dari program School of Leadership Executive (SLE) dan bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam pengembangan kepemimpinan.
“Sekolah Aktivis ini perdana digagas oleh BEM dan diharapkan berlanjut pada periode berikutnya. Ini jadi ajang nyata bagaimana mahasiswa berkontribusi membentuk kepemimpinan masa depan,” katanya.
Ia menambahkan, pihak kampus mendukung sepenuhnya kegiatan yang lahir dari gagasan mahasiswa dan berorientasi pada pembentukan karakter pemimpin.