Dampak Perang AS-Israel vs Iran, Keberangkatan Umrah Jemaah Asal Bengkulu Ditunda

Selasa 03-03-2026,09:28 WIB
Reporter : Abdu Rahman
Editor : Ria Sofyan

BENGKULU, BETVNEWS – Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah mulai berdampak luas terhadap sektor penerbangan internasional.

Akibat ketegangan geopolitik yang memanas, sejumlah negara di kawasan tersebut terpaksa menutup wilayah udaranya demi alasan keamanan.

Penutupan wilayah udara dilaporkan terjadi di negara-negara strategis seperti Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, hingga Iran. Kebijakan ini menyebabkan gangguan masif pada jadwal penerbangan internasional, mulai dari pembatalan rute hingga pengalihan jalur terbang demi menghindari zona konflik.

Dampak dari situasi darurat ini sangat dirasakan oleh jemaah umrah. Tercatat sebanyak 58.000 jemaah umrah asal Indonesia, termasuk rombongan dari Provinsi Bengkulu, dilaporkan tertahan di Arab Saudi sejak pecahnya konflik pada Sabtu (28/2/2026).

BACA JUGA:Dinkes Provinsi Bengkulu Imbau Warga Jaga Asupan Gizi Selama Puasa Ramadan

BACA JUGA:Usai Lebaran, Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Percepat Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Selain jemaah yang hendak pulang, calon jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat juga terpaksa mengalami penundaan keberangkatan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Bengkulu, Intihan, menegaskan bahwa kebijakan penundaan ini bersifat nasional. Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wakil Menteri Haji Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Sesuai instruksi pusat, seluruh daerah wajib mematuhi kebijakan penundaan sementara hingga situasi keamanan di Timur Tengah dinyatakan kondusif," ujar Intihan pada Selasa (3/3/2026).

Menurut Intihan, langkah preventif ini diambil karena risiko keamanan di jalur penerbangan masih sangat tinggi. Keselamatan jiwa jemaah menjadi prioritas utama pemerintah di tengah ketidakpastian kondisi di wilayah terdampak perang.

BACA JUGA:Teka-Teki Kematian Wanita Muda di Kepahiang Terungkap, Pemilik Kebun Jadi Tersangka

BACA JUGA:Resmi! Besaran Fidyah di Kota Bengkulu Tahun 2026 Ditetapkan Rp30 Ribu per Jiwa

"Karena sifatnya nasional, maka jemaah umrah asal Bengkulu juga diimbau menunda keberangkatan sampai kondisi dinilai benar-benar aman. Penundaan berlaku sampai waktu yang belum ditentukan, sembari menunggu perkembangan situasi," tambah Intihan.

Pemerintah pusat melalui Kemenhaj terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan internasional untuk memantau perkembangan di lapangan.

Masyarakat, khususnya para jemaah dan keluarga, diharapkan tetap tenang dan selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah terkait jadwal keberangkatan terbaru.

Kategori :