BENGKULU, BETVNEWS – Dinamika harga barang dan jasa di Provinsi Bengkulu menunjukkan tren yang menarik pada penutup kuartal pertama tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu melaporkan inflasi tahunan (year-on-year) pada Maret 2026 menyentuh angka 2,85 persen, dengan posisi Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 109,09.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengungkapkan bahwa meskipun terjadi kenaikan secara tahunan, fluktuasi harga dalam skala bulanan (month-to-month) terpantau cukup stabil di angka 0,28 persen. Sementara itu, jika ditarik dari awal tahun hingga Maret (year-to-date), inflasi Bengkulu masih terjaga rendah di angka 0,17 persen.
Lonjakan harga pada kelompok pengeluaran "meja makan" masih menjadi faktor dominan. Sektor makanan, minuman, dan tembakau tercatat memberikan sumbangsih inflasi paling besar, yakni mencapai 1,43 persen.
BACA JUGA:Penuh Haru, Rahmat Budiharto Resmi Pamit dan Purna Tugas dari Balmon Bengkulu
BACA JUGA:Terseret Korupsi, 4 ASN Rejang Lebong Kehilangan Status Pegawai Negeri
Tidak hanya urusan perut, biaya hidup di sektor domestik juga ikut merangkak naik. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menyumbang andil sebesar 0,96 persen. Disusul oleh sektor perawatan pribadi serta jasa lainnya yang turut mengerek angka inflasi sebesar 0,61 persen.
Menariknya, di tengah kenaikan harga bahan pokok, sektor pendidikan justru menunjukkan tren sebaliknya. Kelompok ini mengalami deflasi atau penurunan harga sebesar 0,50 persen. Penurunan tipis juga terjadi pada kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen, yang sedikit mengerem laju inflasi total.
Secara spasial, peta inflasi di Provinsi menunjukkan ketimpangan antar wilayah. Kabupaten Mukomuko mencatatkan diri sebagai daerah dengan laju inflasi tertinggi, yakni mencapai 3,83 persen dengan IHK 109,65. Angka ini terpaut cukup jauh dari Kota Bengkulu yang relatif lebih stabil di angka 2,52 persen.
BACA JUGA:Penuh Haru, Rahmat Budiharto Resmi Pamit dan Purna Tugas dari Balmon Bengkulu
BACA JUGA:Terseret Korupsi, 4 ASN Rejang Lebong Kehilangan Status Pegawai Negeri
"Secara tren, inflasi kita sebenarnya sudah mulai melandai jika dibandingkan puncak tertinggi pada Februari lalu yang sempat menyentuh 3,88 persen," jelas Win Rizal.
BPS mengingatkan pemerintah daerah dan pemangku kebijakan untuk terus memelototi pergerakan harga komoditas strategis. Langkah antisipasi diperlukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga, mengingat kelompok makanan dan energi memiliki sensitivitas tinggi terhadap pengeluaran harian warga.