BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Manajemen SPBU Ibul, Kabupaten Bengkulu Selatan, mengambil langkah taktis guna memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap merata di tengah penyesuaian harga nasional per 1 April 2026.
Meski harga beberapa jenis BBM non-subsidi mengalami perubahan, pihak SPBU memilih kebijakan pembatasan volume pengisian demi menjaga ketahanan stok di tangki pendam.
Manajer SPBU Ibul, Radius, mengonfirmasi bahwa skema "jatah" pengisian ini berlaku bagi seluruh konsumen tanpa terkecuali. Langkah ini diambil untuk menghindari aksi borong yang berpotensi memicu kelangkaan di tingkat lokal.
"Kami menetapkan batas maksimal pengisian sebesar 25 liter untuk kendaraan roda empat, sementara untuk roda dua dibatasi maksimal 5 liter," jelas Radius saat ditemui di lokasi kerja.
BACA JUGA:Tengah Asyik Hirup Lem di Taman Pagar Dewa, Seorang Bocah Jalanan Diciduk Satpol PP
BACA JUGA:Momentum Halalbihalal, Senator Leni John Latief Resmi Jadi Dewan Pembina ARMI Bengkulu
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (2/4), situasi di SPBU Ibul terpantau kondusif tanpa adanya antrean mengular. Aktivitas pengisian berjalan lancar dengan pasokan yang masuk secara reguler dari depo Pertamina.
Radius merincikan, setiap harinya SPBU Ibul menerima distribusi sebanyak 16 ton Pertalite dan 8 ton Pertamax. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan harian warga Bengkulu Selatan asalkan pola konsumsi tetap wajar.
"Hingga saat ini pengiriman dari pusat masih sangat lancar. Stok kami pastikan aman selama masyarakat tidak melakukan panic buying," tambahnya.
BACA JUGA:Eks Pimpinan KPK Jadi Saksi Ahli, Sebut Paraf RKAB Tak Bisa Jadi Dasar Tunggal Kerugian Negara
BACA JUGA:Buntut OTT, KPK Bongkar Borok Ijon Proyek di Rejang Lebong dengan Upeti hingga 15 Persen
Perlu diketahui, per 1 April 2026, pemerintah melalui Pertamina telah menetapkan harga baru untuk lini BBM non-subsidi. Berikut adalah rincian harga yang berlaku di wilayah Bengkulu:
Pertamax: Rp12.600/liter
Pertamax Turbo: Rp13.350/liter
Dexlite: Rp14.500/liter