BENGKULU, BETVNEWS - Jumlah keluarga berisiko stunting di Bengkulu Selatan menunjukkan penurunan pada tahun 2025. Data mencatat sebanyak 4.216 keluarga masuk kategori berisiko, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4.473 keluarga.
Penurunan ini menjadi indikator bahwa upaya penanganan stunting yang dilakukan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil. Program intervensi yang dijalankan secara berkelanjutan dinilai mampu menekan angka risiko di tengah masyarakat.
BACA JUGA:PHI Bengkulu Tolak Gugatan 88 Eks Karyawan Bank Bengkulu, Status PKWT Dinyatakan Sah
BACA JUGA:Kasus Pasar Pagar Dewa Naik ke Penyidikan, Kejari Bengkulu Mulai Bidik Pihak Bertanggung Jawab
Salah satu faktor yang berkontribusi adalah program Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (Genting), yang mengedepankan pendekatan langsung kepada keluarga sasaran. Program ini memberikan pendampingan lebih personal sehingga penanganan dinilai lebih tepat sasaran.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bengkulu Selatan, Ferry Kusnadi, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
“Pendekatan program ini lebih menyentuh langsung ke keluarga. Mereka tidak hanya dibantu, tetapi juga didampingi agar memahami cara mencegah stunting,” ujarnya.
BACA JUGA:Surat Keterangan Pidana Dibatalkan, Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen DPRD Bengkulu Kian Panas
BACA JUGA:Tengah Isi BBM, Motor Suzuki Thunder Terbakar di SPBU Lubuk Sini, Ini Kronologinya
Secara keseluruhan, jumlah keluarga di Bengkulu Selatan pada 2025 tercatat sebanyak 50.491. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuh menjadi sasaran program penanganan. Sementara itu, jumlah keluarga yang tidak berisiko stunting juga mengalami peningkatan signifikan.
Dibandingkan tahun 2024, kondisi saat itu menunjukkan angka risiko yang lebih tinggi, dengan 4.473 keluarga masih berada dalam kategori berisiko. Kini, tren tersebut mulai berbalik dengan penurunan yang cukup terlihat.
BACA JUGA:Viral! Aksi Nekat Wanita Panjat Tower di Kelurahan Pensiunan Kepahiang Jadi Tontonan Warga
BACA JUGA:Layanan Cuci Darah RSMY Bengkulu Kembali Normal Setelah Sempat Terhenti Akibat Stok Logistik Habis
Menurut Ferry, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga pada perubahan pola pikir masyarakat. Edukasi terkait gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pola asuh menjadi bagian penting dalam program yang dijalankan.
“Perubahan perilaku sangat menentukan. Kami terus mendorong kesadaran masyarakat agar pencegahan dilakukan sejak dini,” jelasnya.