Imbas Kasus Perundungan Siswa, Dikbud Seluma Siapkan Program Sekolah Laboratorium Pancasila

Selasa 23-06-2026,12:05 WIB
Reporter : Julyan Pabella
Editor : Ria Sofyan

BENGKULU, BETVNEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma akan menerapkan Program Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) secara bertahap di seluruh sekolah mulai tahun ajaran 2026/2027. Program ini disiapkan sebagai upaya mencegah kasus perundungan (bullying) serta menekan angka pernikahan dini yang masih menjadi persoalan di Kabupaten Seluma.

Kepala Dikbud Seluma, Munarwan Safu’i mengatakan, kasus dugaan bullying yang sempat terjadi di SMP Negeri 45 Desa Air Teras, Kecamatan Talo, menjadi perhatian serius pihaknya. Selain itu, tingginya angka pernikahan dini juga menjadi alasan perlunya penguatan pendidikan karakter di sekolah.

"Kasus bullying yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius bagi kami. Ditambah masih tingginya angka pernikahan dini. Dua persoalan ini harus segera diantisipasi melalui penguatan pendidikan karakter," ujar Munarwan saat dikonfirmasi.

Menurutnya, Sekolah Laboratorium Pancasila merupakan program yang berfokus pada penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Melalui program tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter, etika, moral, kedisiplinan, toleransi, gotong royong, serta penghormatan terhadap sesama.

BACA JUGA:Sebut Sudah Bermukim Sejak Zaman Belanda, Warga Talang Giring Tolak Penetapan Kawasan Hutan

BACA JUGA:23 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Bengkulu Masuk Tahap Verifikasi, Seleksi Lanjut Digelar Akhir Juni

"SLP menjadi salah satu program yang efektif dalam membentuk karakter siswa. Dengan penguatan nilai-nilai Pancasila, diharapkan kasus bullying maupun perilaku negatif lainnya dapat diminimalkan," katanya.

Selain mencegah perundungan, program ini juga diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya pendidikan, perencanaan masa depan, serta dampak sosial dari pernikahan usia dini.

Saat ini, baru dua sekolah yang menjadi percontohan (pilot project) pelaksanaan SLP di Kabupaten Seluma, yakni SD Negeri 16 Pasar Tais dan SMP Negeri 6 Dermayu. Kedua sekolah tersebut dinilai berhasil menjalankan program pembinaan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila.

"Kedua sekolah itu menjadi pilot project pelaksanaan SLP. Hasilnya cukup efektif dalam pembinaan karakter anak," jelasnya.

Meski demikian, penerapan program tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang memadai, mulai dari pelatihan guru, pengembangan kurikulum, hingga penyediaan sarana pendukung. Karena itu, Dikbud Seluma akan mengusulkan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026.

"Kami akan mengusulkan anggaran agar program ini bisa diperluas secara bertahap. Targetnya seluruh sekolah di Kabupaten Seluma dapat menerapkan konsep Sekolah Laboratorium Pancasila," tegas Munarwan.

BACA JUGA:Kasus Kredit Pensiunan Bank Bengkulu Jakarta, Mantan Kacab Resmi Ditetapkan Tersangka

BACA JUGA:Ambil Langkah Tegas, Pemkot Bengkulu Nonaktifkan Lurah Anggut Dalam

Ia berharap program tersebut mendapat dukungan seluruh pihak, baik pemerintah daerah, DPRD, kepala sekolah, guru, maupun orang tua siswa. Dengan kolaborasi yang baik, kasus bullying dan pernikahan dini diharapkan dapat ditekan sehingga tercipta generasi muda Seluma yang berkarakter, berprestasi, dan berakhlak baik.

Kategori :