3. Bisa Terjadi Saat Berolahraga
Diketahui micro trauma cukup sering dibicarakan dalam konteks olahraga dan latihan fisik.
BACA JUGA:Penyebab Radang Tenggorokan yang Jarang Diketahui, Bukan Hanya karena Infeksi
Latihan beban, berlari, melompat, atau melakukan gerakan tertentu secara berulang dapat memberikan tekanan pada otot, tendon, sendi, dan jaringan lainnya.
Beban latihan sebenarnya dapat menjadi bagian normal dari proses adaptasi tubuh.
Masalah dapat muncul ketika beban terlalu tinggi, teknik kurang tepat, frekuensi terlalu sering, atau waktu pemulihan tidak mencukupi.
4. Tidak Hanya Terjadi pada Atlet
Micro trauma bukan hanya masalah orang yang rajin berolahraga. Aktivitas sehari-hari juga dapat memberikan tekanan berulang pada tubuh. Misalnya:
BACA JUGA:Buah Plum Tawarkan Manfaat Terbaik untuk Kesehatan Wanita, Salah Satunya Bantu Jaga Berat Badan
- Duduk dalam posisi yang sama terlalu lama.
- Menggunakan komputer atau mouse berulang kali.
- Mengetik dalam waktu lama.
- Mengangkat barang dengan gerakan yang sama.
- Berdiri atau berjalan dalam durasi panjang.
- Melakukan pekerjaan yang membutuhkan gerakan tangan berulang.
Jika dilakukan terus-menerus tanpa jeda atau variasi gerakan, bagian tubuh tertentu bisa mendapatkan beban berulang.
BACA JUGA:Jangan Konsumsi Pisang Berlebihan Bisa Picu Segudang Efek Samping, Ini Penjelasannya!
5. Bagian Tubuh yang Bisa Mengalami Micro Trauma
Hampir semua jaringan yang menerima beban berulang dapat mengalami masalah akibat penggunaan berlebihan. Bagian yang sering mengalami keluhan antara lain:
- Pergelangan tangan.
- Siku.
- Bahu.
- Leher.
- Punggung.
- Lutut.
- Pergelangan kaki.
- Otot dan tendon tertentu.
Lokasi keluhan biasanya bergantung pada jenis aktivitas yang dilakukan.
BACA JUGA:Pisang Batu Miliki Ragam Jenis dengan Karakteristiknya Masing-masing, Cek Disini!
6. Apa Bedanya dengan Cedera Akut?