Perbedaan sederhananya terdapat pada cara cedera terjadi. Cedera akut biasanya muncul akibat satu kejadian yang jelas, seperti terjatuh, terbentur, terkilir, atau salah melakukan gerakan.
Sementara itu, micro trauma lebih berkaitan dengan beban kecil yang terjadi berulang kali.
Meski berbeda, keduanya tetap dapat menimbulkan rasa sakit dan gangguan aktivitas.
7. Faktor yang Bisa Meningkatkan Risikonya
Micro trauma dapat lebih mudah terjadi ketika tubuh terus mendapatkan beban tanpa kesempatan yang cukup untuk beradaptasi dan pulih. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:
BACA JUGA:Konsumsi Buah Pir Ampuh Turunkan Kolesterol, Cek Manfaat Lainnya Disini!
- Aktivitas dilakukan berulang-ulang tanpa jeda yang cukup.
- Beban terlalu berat dibandingkan kemampuan tubuh.
- Intensitas latihan meningkat terlalu cepat.
- Teknik gerakan kurang tepat.
- Kurang istirahat dan pemulihan.
- Postur atau posisi kerja kurang baik.
- Tidak melakukan variasi gerakan dalam aktivitas yang dilakukan berulang.
8. Cara Mengurangi Micro Trauma
Mengurangi risiko micro trauma bukan berarti harus berhenti bergerak. Justru, tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik yang sesuai. Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan adalah:
BACA JUGA:Perlu Tahu, 7 Kebiasaan yang Bisa Membuat Rambut Sehat, Mudah Dilakukan Setiap Hari
- Tingkatkan beban latihan secara bertahap.
- Berikan waktu istirahat setelah aktivitas berat.
- Lakukan pemanasan sebelum olahraga.
- Gunakan teknik gerakan yang benar.
- Berikan jeda saat melakukan pekerjaan berulang.
- Ubah posisi tubuh secara berkala.
- Perhatikan postur saat bekerja.
- Jangan memaksakan tubuh ketika muncul nyeri yang semakin berat.
Jika melakukan latihan fisik, penting juga menyesuaikan intensitas dengan kemampuan dan kondisi tubuh.
Rasa sakit setelah aktivitas tidak otomatis berarti seseorang mengalami micro trauma.
Nyeri dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kelelahan otot, cedera, peradangan, masalah sendi, saraf, hingga kondisi kesehatan tertentu.
BACA JUGA:Kesehatan Makin Terganggu! Waspadai, Efek Samping Konsumsi Buah Bit Berlebihan
Karena itu, istilah micro trauma sebaiknya tidak digunakan untuk mendiagnosis diri sendiri. Jika nyeri terus muncul atau semakin mengganggu, penyebabnya perlu diperiksa.
Nah, inilah penjelasan tentang micro trauma yang dapat diketahui sehari-hari.