Ombak Tinggi Lebih dari Sepekan, Pendapatan Nelayan Malabero Menurun

Kamis 20-08-2026,15:12 WIB
Reporter : Mutia Rahma
Editor : Ria Sofyan

BENGKULU, BETVNEWS - Gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi lebih dari sepekan terakhir mengganggu aktivitas nelayan di Pantai Malabero, Kota Bengkulu. Kondisi tersebut membuat hasil tangkapan dan pendapatan nelayan menurun.

Sejumlah perahu nelayan terlihat bersandar di pinggir pantai. Nelayan memilih mengurangi aktivitas melaut karena kondisi gelombang yang dinilai cukup berisiko.

BACA JUGA:Geger! Suami Dapati Istri Berduaan Bersama Pria Idaman Lain Dikontrakan Tengah Malam

BACA JUGA:Bisa Jadi Pilihan, Jurusan Kuliah dengan Peluang Kerja Besar, Kamu Perlu Tahu

Salah seorang nelayan Pantai Malabero, Samsuardi, menjelaskan dalam sepekan terakhir nelayan hanya bisa melaut sekitar tiga hari karena kondisi ombak yang masih tinggi.

“Seminggu ini kami pergi ke laut cuma tiga hari. Banyak liburnya karena ombak masih tinggi,” ujar Samsuardi kamis (20/08/26).

Menurutnya, kondisi angin menjadi salah satu kendala utama ketika nelayan berada di tengah laut. Karena itu, nelayan harus melihat kondisi cuaca sebelum memutuskan untuk melaut demi keselamatan.

BACA JUGA:Tidak Mudah Rusak, 7 Cara Menjaga Kesehatan Rambut agar Tetap Kuat, Kamu Perlu Tahu

BACA JUGA:Meriah! Gala Dinner di Benteng Marlborough Dihibur Tari Tradisional hingga Musik Melayu

“Untuk saat ini kami banyak liburnya karena kondisi ombak yang masih tinggi, terutama angin itu yang mengganggu ketika di tengah laut,” jelasnya.

Berkurangnya aktivitas melaut turut berdampak pada hasil tangkapan. Dalam kondisi cuaca normal, satu kapal yang membawa sekitar 10 nelayan biasanya dapat memperoleh hingga 500 kilogram ikan. Namun, saat gelombang tinggi saat ini, hasil tangkapan hanya sekitar 50 hingga 100 kilogram.

BACA JUGA:Tak Sekadar Penanda Jalan, DPRD Dorong Tugu Tua Bengkulu Selatan Dipoles dan Dijadikan Ikon Daerah

BACA JUGA:5 Motor Listrik Berkarakter Unik di 2026, Ada yang Tembus 260 Km Sekali Cas Asal India

Penurunan hasil tangkapan tersebut membuat pendapatan nelayan ikut berkurang. Ia menyebut, saat ini setiap nelayan hanya memperoleh sekitar Rp50 ribu hingga Rp150 ribu dalam sekali melaut.

“Kalau untuk kebutuhan sehari-hari saat ini masih dapat. Kalau untuk selebihnya, tidak dapat,” ungkapnya.

Kategori :