Nataru

Update PROGRAM BETV Terbaru

Ikuti terus update terbaru program betv beken dengan klik tombol dibawah ini.

PAD Naik, Bapenda Bengkulu Selatan Bergerak dengan SDM Terbatas

PAD Naik, Bapenda Bengkulu Selatan Bergerak dengan SDM Terbatas

Kepala Bapenda Bengkulu Selatan, Didi Krestiawan--(Sumber Foto: CW/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melaporkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak daerah dan retribusi hingga pertengahan tahun 2025 telah mencapai hampir 60 persen dari target tahunan.

Kepala Bapenda Bengkulu Selatan, Didi Krestiawan, menyampaikan bahwa dari total target PAD sebesar Rp31,4 miliar, saat ini telah terealisasi sebesar Rp18,88 miliar, atau berkisar antara 50 hingga 60 persen.

Realisasi PAD dari pajak daerah dan retribusi sudah mendekati target. Kendala terbesar kami saat ini ada pada penarikan pajak sarang burung walet, karena prosesnya cukup sulit,” ujar Didi.

Dari sisi retribusi, sektor pasar dan parkir menjadi dua kontributor utama. Retribusi pasar bahkan sudah mencapai sekitar 80 persen, berkat sistem kontrak tahunan yang dinilai efektif dan konsisten.

BACA JUGA:Komisi V DPR RI Sidak Pelabuhan Pulau Baai, Pelindo Didesak Kejar Target 3 Hari

BACA JUGA:Direktur PDAM Tirta Hidayah Jadi Terlapor Skandal Suap Rekrutmen Pegawai

Sementara itu, retribusi parkir juga menunjukkan tren pertumbuhan positif dan diproyeksikan mampu melewati target yang telah ditetapkan.

Meski begitu, Didi tidak menampik bahwa Bapenda masih menghadapi tantangan dari sisi keterbatasan SDM.

Saat ini, struktur organisasi hanya memiliki dua ASN yang aktif, dengan total pegawai sebanyak 15 orang dari kepala hingga kasubid.

Hal ini tentu menyulitkan kinerja operasional, terutama dalam hal penagihan langsung di lapangan dan pengawasan terhadap objek pajak.

BACA JUGA:SPMB Diduga Tak Transparan, Dikbud Surati SMAN 5 Bengkulu

BACA JUGA:Dana Bank Bengkulu Disalahgunakan untuk Judi Online, Kejari Segera Limpahkan Berkas

“Kami hanya memiliki dua orang staf ASN, dengan total pegawai dari kepala hingga kasubid hanya 15 orang. Ini tentu menyulitkan dalam hal operasional dan pengawasan," katanya.

Untuk sektor pajak daerah, dua jenis pajak terbesar yang mendominasi penerimaan adalah Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor, masing-masing dengan nilai di atas Rp3,6 miliar. Berikut rincian capaian pajak daerah hingga Juli 2025:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: