Sering Mengantuk Tak Wajar? Hati-hati, Itu Gejala Terinfeksi Virus Nipah
Sering Mengantuk Tak Wajar? Hati-hati, Itu Gejala Terinfeksi Virus Nipah--(Sumber Foto: Doc/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Perhatian dunia kembali tertuju pada Virus Nipah setelah muncul laporan wabah mematikan di wilayah Benggala Barat, India.
Penyakit ini tidak hanya menimbulkan keluhan ringan seperti flu, tetapi dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan berat yang berisiko fatal.
BACA JUGA:5 Ide Jualan Es Rambutan Kekinian, Dijamin Laris Manis
BACA JUGA:Resep Bola-Bola Regal Cokelat, Kue Lebaran Praktis dengan Rasa Lumer di Mulut
Mengacu pada laporan BBC, Selasa (27/1), dua kasus terkonfirmasi ditemukan di Benggala Barat sejak Desember 2025, dan keduanya dialami oleh tenaga medis.
Meski sebanyak 196 orang yang sempat melakukan kontak dekat telah dinyatakan negatif, otoritas kesehatan internasional tetap meningkatkan kewaspadaan karena tingkat bahaya virus ini tergolong tinggi.
BACA JUGA:Duka di Desa Arga Mulya: 3 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran Sore Tadi
Meningkatnya kasus di India mendorong negara-negara Asia di sekitarnya untuk memperketat pengawasan di pintu masuk negara.
Thailand, misalnya, mulai menerapkan pemeriksaan kesehatan lebih ketat terhadap penumpang di tiga bandara utama yang melayani penerbangan langsung dari Benggala Barat.
BACA JUGA:Rayakan HUT ke-36, PO SAN Santuni Ratusan Kaum Duafa dan Berikan Voucher Belanja
BACA JUGA:Resmi! Medy Pebriansyah Dilantik Jadi Pj Sekda Kota Bengkulu Gantikan Tony Elfian
Nepal juga melakukan langkah serupa dengan memperkuat pengawasan di Bandara Kathmandu serta sejumlah jalur perbatasan darat yang berbatasan langsung dengan India.
Upaya ini dilakukan karena Virus Nipah termasuk penyakit zoonosis, yaitu dapat menular dari hewan ke manusia, dan memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen. Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk menyembuhkan infeksi ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

