Bank Indonesia

Dipicu Dendam dan Pengaruh Miras, Remaja di Seluma Tewas Ditikam di Depan Toilet Warem

Dipicu Dendam dan Pengaruh Miras, Remaja di Seluma Tewas Ditikam di Depan Toilet Warem

Dipicu Dendam dan Pengaruh Miras, Remaja di Seluma Tewas Ditikam di Depan Toilet Warem--(Sumber Foto: Jul/BETV)

SELUMA, BETVNEWS – Aroma maut menyelimuti tempat hiburan malam di kawasan perkebunan sawit Desa Tebat Sibun, Kecamatan Talo Kecil.

Seorang remaja di bawah umur, Rido Saputra (17), mengembuskan napas terakhir setelah menjadi sasaran penikaman brutal pada Minggu (15/3) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.

Kejadian kelam ini bermula saat korban, yang tercatat sebagai warga Desa Taba, tengah berada di lokasi warung remang-remang (warem) tersebut. Tubuh korban ditemukan terkapar bersimbah darah di depan toilet oleh pengunjung lain.

Kades Tebat Sibun, Wekadin Saputra, membenarkan peristiwa memilukan yang menimpa warganya tersebut. Ia menyebutkan, korban menderita luka fatal akibat hantaman senjata tajam.

BACA JUGA:Siswa di Kota Bengkulu Libur Lebaran Mulai Besok, Disdikbud Ingatkan Orang Tua Pantau Jam Malam

BACA JUGA:Cegah Pungli Parkir Saat Lebaran, Bapenda Kota Bengkulu Pasang Spanduk Tarif Resmi di Titik Keramaian

"Laporan yang kami terima, korban ditemukan sudah dalam kondisi kritis di area toilet. Ada dua liang luka tusuk yang sangat dalam, tepat di dada depan dan rusuk kiri," kata Wekadin saat memberikan keterangan.

Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Masmambang dalam upaya penyelamatan darurat, nyawa pelajar tersebut tetap tidak tertolong. Tim medis memastikan korban meninggal dunia akibat hilangnya banyak darah secara cepat.

Aparat kepolisian kini tengah memburu terduga pelaku yang melarikan diri usai kejadian. Penyelidikan awal mengarah pada perselisihan yang memanas di bawah pengaruh alkohol, yang diduga kuat memicu dendam lama di lokasi hiburan ilegal tersebut.

Insiden ini pun memantik kemarahan pemerintah desa setempat. Wekadin menegaskan bahwa operasional warem tersebut sudah lama menjadi duri dalam daging bagi masyarakat. Berulang kali ditegur dan dilarang secara lisan maupun tertulis, pemilik usaha justru tetap membandel dan tetap beroperasi di balik rimbunnya kebun sawit.

BACA JUGA:Bantu Penuhi Kebutuhan Protein, DKP Kota Bengkulu Jual Lele dan Bibit Murah di BBI

"Keresahan kami akhirnya menjadi kenyataan pahit. Kami sudah bersurat kepada Pemerintah Kabupaten Seluma untuk menutup tempat-tempat negatif seperti ini, apalagi pengunjungnya banyak anak sekolah. Jangan tunggu ada korban lain, Pemkab harus segera melakukan eksekusi penutupan," tegasnya.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi pengawasan tempat hiburan malam di Seluma, di mana nyawa seorang pelajar harus melayang di lokasi yang seharusnya sudah dilarang sejak lama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait