Ekonomi Platform dan Ketimpangan Kuasa Buruh Digital
Ilustrasi. Ekonomi Platform dan Ketimpangan Kuasa Buruh Digital--(Sumber Foto: Mutawalli Aviv Mahmudi)
Dalam perspektif Karl Marx, relasi ini dapat dipahami sebagai hubungan antara pemilik modal dan pekerja. Platform berperan sebagai pemilik alat produksi dalam bentuk teknologi, sementara buruh digital menjual tenaga dan waktunya. Nilai ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas tersebut sebagian besar terakumulasi pada Platform, sementara pekerja menerima bagian yang terbatas tanpa kontrol atas sistem yang mengaturnya.
Dampaknya, buruh digital menghadapi ketidakpastian pendapatan, ketergantungan pada sistem algoritma, serta risiko kehilangan pekerjaan secara sepihak. Selain itu, kondisi ini berpotensi memperlebar kesenjangan sosial, karena distribusi keuntungan dalam ekonomi platform tidak merata. Tanpa intervensi kebijakan, fenomena ini dapat memperkuat pola kerja rentan (precious work) di era digital. Melihat kondisi tersebut , ekonomi platform tidak dapat dipandang semata sebagai inovasi teknologi yang netral.
Data menunjukkan bahwa sistem ini cenderung menghasilkan ketimpangan struktural antara platform dan pekerja. Narasi fleksibilitas yang selama ini dikembangkan tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas kerja yang di hadapi buruh digital di lapangan.
Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk menciptakan sistem yang lebih adil. Pemerintah perlu memperjelas status hukum buruh digital agar mereka memiliki akses terhadap jaminan sosial dan perlindungan kerja. Selain itu, transparasi dalam sistem algoritma dan penentuan upah juga menjadi aspek penting yang harus diatur.
BACA JUGA:Dilepas Wagub Mian, 387 Tamu Allah Kloter 3 Bengkulu Bertolak ke Tanah Suci
BACA JUGA:Skandal Kios Pasar Panorama: Anggota DPRD Divonis 5 Tahun, Eks Kadisperindag 40 Bulan Penjara
Disisi lain, platform digital perlu meningkatkan akuntabilitas dalam mengelola hubungan kerja dengan para pekerjanya. Sementara itu, masyarakat sebagai konsumen juga memiliki peran dalam mendorong praktik kerja yang lebih etis melalui kesadaran terhadap kondisi buruh digital.
Pada akhirnya, ekonomi platform merupakan bagian dari transformasi besar dunia kerja yang tidak dapat di hindari. Namun, tanpa pengaturan yang adil, sistem ini berpotensi memperkuat ketimpangan yang sudah ada. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya menghasilkan efisiensi ekonomi, tetapi juga menjamin keadilan sosial bagi seluruh pihak yang terlibat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

