Pemkot Bengkulu Tingkatkan Operasi Penertiban Gelandangan dan Pengemis Jelang Ramadan 2025

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan meningkatkan operasi penertiban terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) yang berkeliaran di wilayah kota. --(Sumber Foto: Jalu/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Menjelang bulan suci Ramadan 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) BENGKULU melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota BENGKULU bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan meningkatkan operasi penertiban terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) yang berkeliaran di wilayah kota.
Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap lonjakan jumlah gepeng yang diperkirakan akan meningkat, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Penjual Bunga Tabur Musiman di Kota Bengkulu Raup Untung Jelang Ramadhan 2025
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pendataan terhadap para gepeng melalui razia yang dilakukan bersama Satpol PP.
"Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengetahui asal-usul mereka," ungkap Sahat.
BACA JUGA:Hobi Game Bisa Hasilin Cuan! Coba 5 Game Ini dan Dapatkan Saldo DANA Gratis ke Akunmu
Sahat menambahkan, jika para gepeng tersebut berasal dari Kota Bengkulu, mereka akan dimasukkan ke dalam daftar penerima bantuan sosial dari pemerintah.
Namun, jika mereka berasal dari luar daerah, Dinsos akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal untuk proses pemulangan.
"Kami ingin memastikan bahwa bantuan sosial tepat sasaran dan tidak disalahgunakan," tegasnya.
BACA JUGA:Road to Adhyaksa Charity Run Medan 2025, JAM-Intel dan Adhyaksa Runners Gelar Bakti Sosial
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyalurkan sedekah melalui lembaga resmi, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau panti asuhan, guna memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan.
"Bahkan, dalam beberapa razia, ditemukan gepeng yang menyimpan uang dalam jumlah cukup besar," tambahnya.
BACA JUGA:Puluhan Mahasiswa Unihaz Korban Penipuan Agen Travel Minta Uang Dikembalikan
Lebih lanjut, Sahat mengungkapkan bahwa hasil razia sebelumnya menunjukkan banyak gepeng yang sebenarnya memiliki kendaraan dan ponsel pintar, namun tetap memilih mengemis karena dianggap lebih mudah mendapatkan uang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: