Investasi Kota Bengkulu Tahun 2024 Capai Rp1 Triliun Lebih, Didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri

Investasi Kota Bengkulu Tahun 2024 Capai Rp1 Triliun Lebih, Didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri

Kepala DPMPTSP Kota Bengkulu, Irsan Setiawan, mengungkapkan bahwa total investasi tersebut mencapai Rp 1.042.145.900.492.--(Sumber Foto: Jalu/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota BENGKULU mencatat realisasi investasi yang berhasil dicapai selama tahun 2024 mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Kepala DPMPTSP Kota Bengkulu, Irsan Setiawan, mengungkapkan bahwa total investasi tersebut mencapai Rp 1.042.145.900.492.

Hasil pencapaian ini dipastikan setelah NSWI Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI selesai memverifikasi potensi investasi pada triwulan keempat di Kota Bengkulu pada Februari 2025.

BACA JUGA:Bupati Seluma Akan Sampaikan Pidato Perdana pada 3 Maret Pekan Depan

“Tahun 2024, karena adanya Pilkada, banyak investor yang mengambil sikap wait and see. Namun, Alhamdulillah, Kota Bengkulu tetap mampu menembus angka investasi Rp1 triliun,” ujar Irsan.

Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa iklim investasi di Kota Bengkulu masih menarik bagi para investor. Hal ini terlihat dari banyaknya investor yang berbondong-bondong menanamkan modalnya di daerah ini.

BACA JUGA:Efisiensi Anggaran Tak Berdampak Signifikan pada Kegiatan Pendidikan di Seluma

“Dengan meningkatnya investasi, dampak positifnya akan terasa pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta tersedianya lapangan kerja yang lebih luas,” tambahnya.

Dari total investasi tersebut, sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan kontribusi sebesar 70,06 persen atau senilai Rp 730.171.501.772. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar 29,94 persen atau Rp 311.974.398.720.

BACA JUGA:Disnaker Kota Bengkulu: Pegawai Terkena PHK Bisa Terima Gaji 6 Bulan, Ini Ketentuannya

DPMPTSP Kota Bengkulu juga mencatat bahwa penyerapan tenaga kerja sepanjang tahun 2024 mencapai 3.235 orang. Sektor PMDN mendominasi dalam hal ini dengan menyerap 2.843 tenaga kerja atau sekitar 87,88 persen, sementara sektor PMA menyerap 392 tenaga kerja atau 12,12 persen.

Sepanjang tahun 2024, DPMPTSP telah menerbitkan sebanyak 10.132 Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku usaha. Dari jumlah tersebut, 10.103 NIB diberikan kepada Usaha Mikro Kecil (UMK), sedangkan 29 NIB diberikan kepada usaha Menengah Besar (Non-UMK).

BACA JUGA:Perdana Pimpin Apel Gabungan, Wakil Walikota Bengkulu Harap ASN Lanjutkan Kinerja Baik

Dari sisi status penanaman modal, sebanyak 10.131 NIB berasal dari PMDN, sementara hanya satu pelaku usaha yang berasal dari PMA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: