Andalkan Lobi Pusat, Bengkulu Selatan Tambah Armada Traktor Raksasa Tanpa Kuras APBD
Andalkan Lobi Pusat, Bengkulu Selatan Tambah Armada Traktor Raksasa Tanpa Kuras APBD--(Sumber Foto: Ary/BETV)
BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Komitmen Pemerintah Kabupaten BENGKULU SELATAN dalam memodernisasi sektor pertanian tanpa membebani kas daerah kembali membuahkan hasil.
Tiga unit traktor roda empat jenis Jonder bantuan Kementerian Pertanian RI resmi mendarat di Kantor Dinas Pertanian setempat pada Rabu (11/3) kemarin.
Kedatangan armada baru ini menambah kekuatan alat dan mesin pertanian (alsintan) Bengkulu Selatan menjadi enam unit. Menariknya, seluruh alat berat tersebut didapatkan secara cuma-cuma melalui jalur koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, tanpa menggunakan sepeser pun dana APBD.
Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin, menyatakan bahwa mengalirnya bantuan ini merupakan buah dari strategi komunikasi yang apik antara pemerintah daerah, legislatif, hingga perwakilan Bengkulu di tingkat nasional.
BACA JUGA:Buron Setahun, Pencuri Ponsel di Stadion Semarak Akhirnya Diringkus Polisi
"Bakbelibik (bantuan) sudah mulai turun ke Bengkulu Selatan, tunggulah tanggal mainnya," seloroh Rifai dengan optimis.
Ia menegaskan, pengadaan alsintan raksasa ini murni hasil lobi ke Jakarta.
"Alhamdulillah, sampai detik ini kita belum menyentuh anggaran APBD untuk pengadaan alat-alat ini. Semuanya murni dukungan dari Menteri Pertanian untuk petani kita," tambahnya.
Kehadiran traktor-traktor ini diproyeksikan menjadi tulang punggung petani dalam mempercepat proses olah lahan. Dengan efisiensi waktu dan tenaga, produktivitas gabah di Bengkulu Selatan diharapkan melonjak signifikan.
BACA JUGA:Korupsi Ijon Proyek Rejang Lebong: Bupati Diduga Palak Kontraktor Demi THR Pejabat
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Sediakan 30 Gazebo Gratis di Pantai Panjang untuk Wisatawan
Terkait teknis penggunaan, Rifai memastikan birokrasi tidak akan berbelit-belit. Para kelompok tani tidak perlu menghadap bupati, melainkan cukup berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk penilaian kelayakan lahan.
"Operasionalnya langsung di bawah kendali Dinas Pertanian. Nanti tim akan turun ke lapangan untuk mengecek kelayakan lokasi. Jika memang dibutuhkan, alat langsung diterjunkan untuk membantu petani," tutup Rifai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

