Bengkulu Bidik 25 Besar PON 2028, Perusahaan Didorong Ambil Peran Lewat Program Anak Asuh

Bengkulu Bidik 25 Besar PON 2028, Perusahaan Didorong Ambil Peran Lewat Program Anak Asuh

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain--(Sumber Foto: Ilham/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, mendorong perusahaan-perusahaan di Bengkulu untuk mengambil peran aktif dalam pembinaan atlet melalui program orang tua asuh. Langkah ini dinilai strategis sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTT-NTB.

Menurut Teuku, Bengkulu menargetkan masuk dalam 25 besar nasional sekaligus meraih medali emas pada PON 2028 mendatang. Namun, ia menekankan bahwa target tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang kuat dan perhatian serius terhadap dunia olahraga mulai tahun 2027.

“Kita sudah fokus menuju PON 2028 dan memang meminta keberpihakan anggaran terhadap dunia olahraga mulai 2027. Kalau anggaran masih sangat senjang seperti sekarang, berat untuk berharap kita bisa meraih emas di PON nanti,” kata Teuku.

Ia menilai kondisi infrastruktur olahraga di Bengkulu saat ini masih memprihatinkan dan sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah.

BACA JUGA:Sukses Jadi Tuan Rumah, Kabupaten Seluma Gelar Pembukaan MTQ Ke-37 dengan Meriah

BACA JUGA:Kadis PMD Kepahiang Akui Salah dan Minta Maaf kepada 7 Wartawan

“Stadion kita rusak, GOR untuk bulu tangkis belum selesai, kolam renang juga belum standar, dan sebagainya. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Teuku berharap rekan-rekannya di legislatif dapat bersama-sama mendorong peningkatan anggaran olahraga agar pembinaan atlet berjalan maksimal dan mampu melahirkan prestasi membanggakan.

“Saya berharap kawan-kawan legislatif bisa mendorong anggaran olahraga agar tidak terlalu senjang. Kalau olahraga tidak berkembang, akhirnya anak-anak muda kita sibuk dengan judi online dan game online,” tegasnya.

Selain mengandalkan APBD, Teuku juga menyoroti pentingnya kontribusi sektor swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, selama ini pemanfaatan CSR untuk sektor olahraga belum maksimal dan pelaporannya pun belum transparan.

BACA JUGA:Realisasi Pajak Alat Berat Bengkulu Baru Rp60 Juta, Ini Penjelasan Bapenda

BACA JUGA:Pembiayaan KUR di Bengkulu Capai Rp1,359 Triliun, Tersalur ke 16.306 Debitur

“Forum CSR ini harus bergerak. Saya juga sudah sampaikan kepada Gubernur agar ada langkah strategis dan ketegasan supaya perusahaan bisa membantu pemerintah daerah di tengah kondisi efisiensi anggaran,” tambahnya.

Ia mengusulkan konsep agar perusahaan menjadi orang tua asuh bagi atlet dari setiap cabang olahraga (cabor).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait