Konstruksi Terancam Roboh Akibat Gerusan Arus, Warga Diminta Waspada Lintasi Jembatan Sukarami
Konstruksi Terancam Roboh Akibat Gerusan Arus, Warga Diminta Waspada Lintasi Jembatan Sukarami--(Sumber Foto: Ary/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Selatan tengah menyiapkan langkah perbaikan terhadap jembatan yang terdampak banjir di aliran Sungai Air Nipis, Desa Sukarami.
Kondisi abutmen (dinding penahan) jembatan yang tergerus arus sungai menjadi perhatian serius karena berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkulu Selatan, Nusadian Esa Putra, mengatakan bahwa pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan sekaligus menghitung kebutuhan perbaikan.
“Kami bersama PUPR sudah turun ke lapangan dan menghitung kebutuhan. Di lokasi tersebut abutmennya memang sudah tergerus. Ini sangat mengkhawatirkan karena jika aliran air terus menghantam, dikhawatirkan konstruksi jembatan bisa roboh,” ujar Nusadian.
Nusadian menjelaskan, hasil perhitungan kebutuhan perbaikan ini akan diusulkan dalam anggaran perubahan tahun ini. Untuk tahap awal, pemerintah daerah memperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 juta yang akan difokuskan pada pembangunan penahan abutmen guna mencegah kerusakan yang lebih luas.
BACA JUGA:Beda dengan BAP, Saksi Kasus PT RSM Jilid II Bingung Saat Dicecar Hakim Soal Prosedur Izin
BACA JUGA:Pasca Renovasi, DPRD Bengkulu Minta Pelayanan Gedung Irna Fatmawati RSMY Dimaksimalkan
Di sisi lain, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jembatan tersebut. Meski struktur jembatan saat ini dinilai masih cukup kokoh untuk dilalui, potensi kerusakan akibat gerusan arus sungai tetap harus diantisipasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati. Walaupun saat ini kondisinya masih kokoh, kami khawatir jika terjangan air semakin deras dan terus mengikis bagian bawah abutmen. Jika debit air sudah tinggi dan kondisi membahayakan, sebaiknya aktivitas di sekitar jembatan dihentikan sementara,” imbaunya.
Nusadian juga mengingatkan bahwa meskipun saat ini wilayah tersebut mulai memasuki musim kemarau, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih bisa terjadi secara tiba-tiba. Cuaca ekstrem seperti itu berisiko menimbulkan banjir bandang mendadak, berkaca pada peristiwa yang sempat melanda wilayah Seginim beberapa waktu lalu.
“Yang menjadi perhatian saat musim kemarau ini adalah hujan yang datang mendadak. Kadang-kadang dapat memicu air bah, seperti yang terjadi di Seginim kemarin. Karena itu, masyarakat harus tetap waspada,” ungkap Nusadian.
Puncak musim kemarau sendiri diperkirakan baru akan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus mendatang. Kendati demikian, BPBD Bengkulu Selatan tetap menyiagakan personel selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi segala kemungkinan bencana.
“Kami siaga 24 jam dan akan mengaktifkan posko siaga. Saat ini kami juga menunggu hasil rapat bersama Bupati dan Forkopimda untuk menentukan langkah-langkah lanjutan dalam upaya mitigasi bencana di Bengkulu Selatan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: