Sebagai perbandingan, pada liburan sebelumnya, Ida mengaku bisa meraup omzet hingga Rp3 juta per hari. Namun, dalam sepekan terakhir, pendapatan tidak sampai Rp 1 juta per hari.
Penurunan jumlah pengunjung ini menjadi pukulan berat bagi pelaku usaha di Pantai Jakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata.
Kondisi cuaca buruk seperti ini diharapkan segera membaik agar wisatawan kembali merasa nyaman berlibur di Pantai Jakat Bengkulu.
(Jalu)