Penyakit legionnaire merupakan infeksi pada saluran pernapasan dan bisa menyebabkan batuk, sesak napas, demam, kehilangan nafsu makan, hingga meriang.
5. Infeksi kulit
Tidak hanya di dalam tubuh, bakteri datang dari banjir juga dapat berbahaya, bahkan jika mengenai kulit.
Khususnya bila ada goresan maupun luka lain pada permukaannya. Kondisi itu berbahaya bagi tubuh, sebab dapat menimbulkan infeksi sekunder.
Saat banjir, penularan infeksi penyakit kulit ini penyebaran dapat lebih cepat dari satu orang ke orang lain.
BACA JUGA:Vonis Korupsi Dana Desa Talang Rasau Turun, Terdakwa Divonis 22 Bulan Penjara
BACA JUGA:Gubernur Helmi Hasan Serahkan Bantuan Pendidikan Rp118 Juta ke Mahasiswa Asal Enggano
Sebab ketika banjir terjadi, interaksi yang terjadi antar sesama lebih tinggi, sehingga penularan penyakit juga lewat kontak fisik rentan terjadi.
6. Hepatitis
Hepatitis selama ini identik terhadap penyakit menular lewat pemakaian obat-obatan terlarang, menggunakan jarum suntik serta perilaku seks bebas.
Hanya saja, penyakit dari virus ini juga bisa ditularkan lewat makanan maupun air yang sudah terkontaminasi.
Hepatitis A dan hepatitis E adalah jenis hepatitis yang identik dalam penyakit bawaan akibat banjir.
Bila seseorang mengonsumsi makanan sudah terkontaminasi atau tidak mencuci tangan secara bersih saat sebelum makan, akan berisiko lebih tinggi mengalami hepatitis.
BACA JUGA:5 Manfaat Kulit Jeruk untuk Kecantikan, Ampuh Menangkal Jerawat hingga Cegah Penuaan Dini
7. Tipes