BACA JUGA:Nyaris Setiap Hari Tim Hukum Pemkot Hadir di Pengadilan, Ternyata Ini Alasannya
Perspektif mahasiswa, ketidakadilan ini harus dilawan dengan gerakan intelektual, advokasi, dan penyuaraan suara petani di ruang publik maupun akademik. Persoalan pangan bukan hanya urusan petani, melainkan urusan seluruh bangsa. Mahasiswa dituntut hadir sebagai jembatan yang menghubungkan jeritan petani dengan ruang kebijakan. Melalui kajian ilmiah, diskusi kritis, serta solidaritas nyata, kita dapat memastikan suara petani tidak terkubur oleh kepentingan politik dan korporasi.
BACA JUGA:3 Pejabat Eselon III Kota Bengkulu Dilantik
BACA JUGA:Kades di Bengkulu Utara Dilarikan ke RSUD, Diduga Tidak Sengaja Tenggak Racun
Maka, Hari Tani bukan hanya perayaan, melainkan seruan perlawanan terhadap ketidakadilan agraria sekaligus ajakan memperjuangkan kedaulatan pangan. Sebab jika petani terus dibiarkan menderita, maka agen perubahan seperti mahasiswa akan kehilangan relevansinya ditengah realitas sosial bangsa.