2 Pelajar SD Tenggelam di Muara Jenggalu, 1 Ditemukan Meninggal Dunia Sementara Satu Lainnya Belum Ditemukan
Tim gabungan dan warga saat melakukan proses pencarian terhadap korban tenggelam di kawasan Muara Jenggalu Kota Bengkulu.--(Sumber Foto: Angga/Betv)
BENGKULU, BETVNEWS - 2 orang bocah yang masih duduk di bangku SD bernama Luki Julianto (11) dan Dafa (8) yang merupakan warga Lingkar Barat Kota Bengkulu, dikabarkan tenggelam di kawasan Muara Jenggalu Kelurahan Lingkar Barat, Sabtu 12 Juli 2025 sekira pukul 17.00 WIB.
Salah satunya yakni Luki dinyatakan meninggal dunia saat dilarikan di rumah sakit M Yunus Bengkulu, setelah sebelumnya diselamatkan oleh nelayan sekitar yang mencari kerang.
BACA JUGA:Jumlah Penumpang Kapal Tenggelam di Bengkulu 104 Orang, 94 Diantaranya Sudah Ditemukan
Sementara Dafa, hingga saat ini belum kunjung ditemukan dan tim penyelamat gabungan yang terdiri dari SAR, BPBD, Gegana, TNI/Polri, dan warga sekitar.
Disampaikan Lili selaku Nelayan Kerang bahwa pada puku 17.00 WIB saat dirinya ingin pulang ke rumah namun melihat seorang bocah bernama Dwi Suryanj (11) berteriak bahwa 2 temannya tenggelam dan belum ditemukan.
BACA JUGA:Nelayan Penolong Korban Kapal Tenggelam Dapat Hadiah Umroh dari Gubernur Helmi Hasan
Setelah setengah jam mencari Dwi dan warga sekitar menemukan Luki karena tersentuh kaki korban.
Setelah itu para warga membawa Luki ke daratan dan melepas seluruh baju Luki dan membawa Luki ke Rumah sakit. Dan setelah dibawa ke Rumah Sakit, Luki dinyatakan meninggal dunia karena tenggelam.
"Tadi saya tersentuh kaki anak itu dan kami bawa ke daratan, langsung kami lepas pakaiannya dan bawa ke Rumah Sakit, setelah di Rumah Sakit Luki dinyatakan meninggal dunia," ungkap Lili.
BACA JUGA:Kasus Kapal Tenggelam di Bengkulu, Pemilik Kapal KM Tiga Putra Ditetapkan Tersangka
Lili menceritakan bahwa tragedi berawal ketika tiga anak ini sedang bermain dipinggir sungai untuk mencari kerang, namun temlat mereka bermain dekat dengan muara, Air tiba-tiba pasang dan menyapu ketiga anak tersebut, satu anak yakni Dwi bisa menyelamatkan diri karena dapat berenang, namun kedua nya tidak selamat karena tidak dapat berenang.
"Mereka tersapu air karena pasang, Dwi bisa selamat dan dua anak ini tenggelam," tutup Lili.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


